KLATEN | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah rampung dibangun di berbagai wilayah Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026). Peresmian dipusatkan di Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.
Peresmian tersebut menjadi simbol komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat desa akan akses transportasi yang aman dan layak.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dalam laporannya menegaskan bahwa Polda Jateng bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen berada di garis terdepan dalam menyukseskan program pembangunan nasional, khususnya pembangunan infrastruktur pedesaan.
“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ikatan batin antara Polri dan masyarakat,” tegas Kapolda di hadapan Kapolri.
Kapolda menyebut, jembatan tersebut menjadi solusi konkret atas kesulitan masyarakat yang selama hampir lima tahun harus menempuh jalur alternatif akibat robohnya jembatan lama yang dibangun secara swadaya pada tahun 1981 dan hancur diterjang banjir besar pada 2021.
Usai peresmian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang dinilai cepat menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Arahan tersebut berangkat dari keprihatinan Presiden terhadap keselamatan anak-anak sekolah di desa yang harus menyeberangi sungai atau memutar jauh akibat tidak adanya jembatan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah dan seluruh jajaran. Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap keselamatan anak-anak dan masyarakat desa,” ujar Kapolri.
Kapolri mengungkapkan, secara nasional hingga saat ini telah terbangun 171 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 63 jembatan berada di Jawa Tengah, menjadikan provinsi ini sebagai wilayah dengan pembangunan jembatan presisi terbanyak.
Kapolri juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan jembatan yang dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
“Pelibatan masyarakat adalah kunci. Ini sejalan dengan semangat Polri untuk Masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolda Jateng menjelaskan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi di Klaten dibangun selama dua minggu dengan melibatkan tenaga teknis sipil profesional guna memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi. Jembatan berukuran 15 meter x 4 meter tersebut mampu dilalui kendaraan dengan beban hingga 4–5 ton.
Pembangunan jembatan menelan anggaran sekitar Rp400 juta yang bersumber dari dana swadaya masyarakat serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk desa. Jembatan ini kini menjadi akses vital yang menghubungkan dua desa dengan melintasi Sungai Dengkeng, serta melayani 11 dusun dan sekitar 890 kepala keluarga.
Kapolda juga mengungkapkan bahwa dari total 63 Jembatan Presisi yang direncanakan di Jawa Tengah, 19 jembatan telah selesai, 15 jembatan masih dalam tahap pembangunan, 4 jembatan akan segera dikerjakan, dan 15 titik lainnya masih dalam tahap survei dan perencanaan.
“Kami berharap jembatan-jembatan ini tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat,” pungkas Kapolda.
Senada, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi langsung atas kebutuhan masyarakat.
“Jembatan Merah Putih Presisi adalah simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat—menghubungkan wilayah, sekaligus membangun kepercayaan publik,” tegasnya.
[RIZKHI]






