Diduga Ilegal, Tambang Pasir di Nagrek Bandung Disorot Tajam DLH Jabar Dituding Tebang Pilih, Negara Jangan Kalah oleh Modal!

redaksi

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM –
Aktivitas pertambangan galian pasir di Desa Nagrek, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menuai sorotan tajam publik.

Tambang pasir yang hingga kini masih beroperasi tersebut diduga kuat belum mengantongi perizinan lengkap, termasuk Persetujuan Lingkungan (Perling) sebagaimana diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.
Seorang warga berinisial D, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa legalitas tambang tersebut patut dipertanyakan.

“Informasi yang kami peroleh, tambang pasir itu diduga belum memiliki izin lengkap dan belum mengantongi Persetujuan Lingkungan. Tapi anehnya, aktivitas tetap berjalan,” ungkapnya, Selasa (23/12/2025).

Lebih jauh, D menyoroti sikap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat yang dinilai tidak konsisten dan terkesan melakukan penegakan hukum secara tebang pilih.

“DLH terlihat agresif melakukan sidak dan evaluasi ke sejumlah tambang lain. Tapi untuk tambang di Nagrek ini, seolah dibiarkan. Ini jelas menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat,” tegasnya.
PPWI Jabar: Ini Bukan Sekadar Administratif, Tapi Pembangkangan Hukum

Sorotan tajam juga datang dari Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Barat, Agus Chepy Kurniadi. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan indikasi pembangkangan terbuka terhadap hukum lingkungan.

“Kalau benar belum mengantongi Persetujuan Lingkungan dan izin lengkap, maka aktivitas tambang itu patut diduga ilegal dan tidak boleh ditoleransi satu detik pun,” tegas Agus kepada awak media.
Agus secara terbuka mengecam sikap DLH Jawa Barat yang dinilainya terkesan melakukan pembiaran.

“Ketika DLH terlihat galak ke tambang-tambang tertentu, tapi justru menutup mata terhadap tambang di Nagrek, publik wajar bertanya: ada apa di balik semua ini?” ujarnya tajam.

Ia menegaskan, hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Negara, kata Agus, tidak boleh kalah oleh kekuatan modal yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.
Desak Transparansi Perizinan dan Penindakan Tegas

Selain DLH, Agus juga mendesak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat agar bersikap transparan.
“Data perizinan tambang harus dibuka ke publik. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Jika izinnya bermasalah, sampaikan secara terbuka dan segera cabut,” tandasnya.
Tak kalah penting, Satpol PP Provinsi Jawa Barat diminta segera turun tangan.

“Satpol PP punya kewenangan penuh menegakkan Perda dan Pergub. Kami menuntut pemeriksaan faktual di lapangan dan penghentian aktivitas tambang yang melanggar aturan tanpa kompromi,” tegas Agus.
Ancaman Laporan ke Tingkat Nasional
Agus menegaskan, lingkungan hidup bukan objek eksploitasi liar, dan aparat pemerintah tidak boleh menjadi penonton atas potensi kerusakan yang terjadi di depan mata.

“Jika DLH, DPMPTSP, dan Satpol PP terus bersikap pasif, PPWI Jawa Barat akan mengawal kasus ini secara terbuka, melaporkannya ke kementerian terkait, dan membuka dugaan pembiaran ini ke ruang publik nasional,” ujarnya.

“Lingkungan bukan barang dagangan, dan hukum bukan alat tawar-menawar. Ketika pemerintah daerah gagal menjalankan fungsinya, maka rakyat dan pers akan berdiri di garis depan melawan ketidakadilan ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari DLH Provinsi Jawa Barat, DPMPTSP, maupun pihak perusahaan tambang terkait.

Namun sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
(Nana & Buyung)

Berita Terkait

Galian C , Tiba-Tiba Diam ” Saat Kunjungan : Siapa yang Sebenarnya Mengatur?
Terbongkar! Toko Emas Ilegal Tampung Hasil PETI Digerebek, 260 Gram Emas Disita Polisi
Sindikat Oplosan Elpiji di Sidoarjo Terbongkar, Polisi Sita Ratusan Tabung
Diduga Salah Gunakan Solar Subsidi, Truk di SPBU 44.505.02 Ungaran Picu Sorotan Publik!!
Togel Putihan Bebas di Depan Polsek Subah, Warga Geram : Hukum Tumpul atau Tutup Mata?
Alarm PWI ” Karya Jurnalistik Terancam, UU Hak Cipta Harus Direvisi
Diduga Serobot Batas Izin” Tambang Galian C di Winong Kendal Bikin Warga Murka, Aparat Diminta Turun Tangan!!
Debt Collector di Semarang Bikin Laporan Palsu Damkar, Berakhir Malu: Minta Maaf hingga Disuruh Pegang Selang!

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:44

Galian C , Tiba-Tiba Diam ” Saat Kunjungan : Siapa yang Sebenarnya Mengatur?

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:18

Terbongkar! Toko Emas Ilegal Tampung Hasil PETI Digerebek, 260 Gram Emas Disita Polisi

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:49

Sindikat Oplosan Elpiji di Sidoarjo Terbongkar, Polisi Sita Ratusan Tabung

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:33

Diduga Salah Gunakan Solar Subsidi, Truk di SPBU 44.505.02 Ungaran Picu Sorotan Publik!!

Selasa, 28 April 2026 - 21:24

Togel Putihan Bebas di Depan Polsek Subah, Warga Geram : Hukum Tumpul atau Tutup Mata?

Minggu, 26 April 2026 - 15:03

Alarm PWI ” Karya Jurnalistik Terancam, UU Hak Cipta Harus Direvisi

Minggu, 26 April 2026 - 01:23

Diduga Serobot Batas Izin” Tambang Galian C di Winong Kendal Bikin Warga Murka, Aparat Diminta Turun Tangan!!

Sabtu, 25 April 2026 - 22:48

Debt Collector di Semarang Bikin Laporan Palsu Damkar, Berakhir Malu: Minta Maaf hingga Disuruh Pegang Selang!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!