Nyaris Dijual ke Kamboja, Perempuan Asal Sapuran Diselamatkan Polisi ” Jejak TPPO Terendus Lewat Medsos

redaksi

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO | jejakkasusindonesianews.com- Upaya dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali terendus. Seorang perempuan asal Desa Ngadikerso, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, nyaris diberangkatkan ke Kamboja melalui jalur ilegal setelah tergiur janji gaji besar yang dikenalnya lewat media sosial. Korban disamarkan dengan nama Mawar.

Langkah cepat Unit Reskrim Polsek Sapuran Polres Wonosobo menjadi kunci gagalnya skema berbahaya tersebut. Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melapor pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 10.15 WIB, saat korban mengabarkan telah berada di Kota Dumai, Riau, dan akan “dipekerjakan” ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

Kapolsek Sapuran AKP Suryanto, S.H., M.H. menegaskan, laporan keluarga langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas wilayah, melibatkan Polda Riau, Direktorat PPA/PPO Polda Riau, Kantor Imigrasi, hingga Satpol Airud Polres Dumai.

“Ini indikasi kuat TPPO. Kami bergerak cepat karena posisi korban sudah berada di wilayah rawan keberangkatan ilegal,” tegas AKP Suryanto.

Diamankan di Dumai, Jalur Gelap Terputus

Hasilnya, pada hari yang sama sekitar pukul 11.40 WIB, Satpol Airud Polres Dumai berhasil mengamankan korban bersama empat orang lainnya. Mereka langsung dibawa ke kantor Satpol Airud untuk pemeriksaan intensif.

Setelah proses klarifikasi dinyatakan cukup, Sabtu, 13 Desember 2025, korban diserahkan ke BP2MI Kota Dumai, sebelum akhirnya dipulangkan ke Yogyakarta melalui penerbangan langsung pada Senin pagi.

Setibanya di Bandara Internasional Yogyakarta, korban dijemput Kanit Reskrim Polsek Sapuran BRIPKA Azzimar Shidqy P., S.I.Kom., M.H., lalu dibawa ke Mapolsek Sapuran dan dikembalikan ke keluarga, disaksikan Disnakertrans Kabupaten Wonosobo.

Modus Klasik: Janji Manis, Dokumen Diminta

Fakta di lapangan mengungkap pola lama yang terus berulang. Korban mengaku direkrut oleh seseorang yang dikenalnya lewat media sosial, ditawari pekerjaan dengan iming-iming gaji besar. Tanpa curiga, korban bahkan meninggalkan pekerjaannya dan berangkat ke Dumai.

Sesampainya di sana, korban diminta mengirimkan foto KTP dan Kartu Keluarga dengan kualitas jelas. Karena tak memilikinya, korban menghubungi keluarga—yang justru menjadi titik balik penyelamatan.

Penelusuran keluarga terhadap perusahaan penyalur tenaga kerja yang disebutkan korban berujung temuan mencurigakan: alamat perusahaan tidak ada. Dugaan penipuan dan TPPO pun menguat, hingga laporan resmi dilayangkan ke Polsek Sapuran.

Peringatan Keras untuk Publik

Kepala Disnakertrans Kabupaten Wonosobo, Fany Mukorobin, mengapresiasi langkah cepat kepolisian dan menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat.

“Kasus ini masuk kategori TPPO tujuan Kamboja. Jangan mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri dengan janji penghasilan besar tanpa proses resmi,” tegasnya.

Polsek Sapuran bersama Disnakertrans menegaskan, perekrutan ilegal masih mengintai, terutama lewat media sosial. Masyarakat diminta hanya menggunakan jalur resmi dan lembaga berizin, serta segera melapor jika menemukan indikasi perekrutan mencurigakan.

Kasus ini menjadi alarm keras: di balik janji manis kerja luar negeri, jerat perdagangan orang masih menganga.

(Amin)

Berita Terkait

Niat Cari Jalan Cepat ke Salatiga, Mobil Ford Fiesta Malah Nyungsep dan Hantam Rumah Warga di Kawengen
LPG dan Persediaan Kopi UMKM Teras Gunung Candirejo Digondol Maling, Polisi Selidiki Pelaku
Wartawan Diduga Diintimidasi Oknum Polisi di Tanggamus, Pimpinan Patroli 86 Minta Kapolri Turun Tangan
Polisi Dihajar Saat Lerai Perkelahian di Kaliwungu, Dua Pemuda Mabuk Diciduk Polres Kendal
Janjian Duel Lewat TikTok” Tiga Remaja Bawa Golok Bergerigi Digelandang Polisi di Salatiga!!
Mahasiswa Asal Kabupaten Semarang Diduga Dianiaya Puluhan Senior hingga Patah Hidung dan Gegar Otak, LBH PETIR Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!
Jejak Rp3,1 Triliun Koperasi BLN Salatiga: Dari Janji Bunga Tinggi hingga Jeritan Ribuan Nasabah

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:24

Niat Cari Jalan Cepat ke Salatiga, Mobil Ford Fiesta Malah Nyungsep dan Hantam Rumah Warga di Kawengen

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:05

LPG dan Persediaan Kopi UMKM Teras Gunung Candirejo Digondol Maling, Polisi Selidiki Pelaku

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:34

Wartawan Diduga Diintimidasi Oknum Polisi di Tanggamus, Pimpinan Patroli 86 Minta Kapolri Turun Tangan

Senin, 9 Maret 2026 - 21:04

Polisi Dihajar Saat Lerai Perkelahian di Kaliwungu, Dua Pemuda Mabuk Diciduk Polres Kendal

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:17

Janjian Duel Lewat TikTok” Tiga Remaja Bawa Golok Bergerigi Digelandang Polisi di Salatiga!!

Jumat, 6 Maret 2026 - 01:27

Mahasiswa Asal Kabupaten Semarang Diduga Dianiaya Puluhan Senior hingga Patah Hidung dan Gegar Otak, LBH PETIR Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 6 Maret 2026 - 01:11

Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:58

Jejak Rp3,1 Triliun Koperasi BLN Salatiga: Dari Janji Bunga Tinggi hingga Jeritan Ribuan Nasabah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!