Batik, Lingkungan, dan Karakter: 157 Siswa Stella Matutina Siapkan Karya untuk Hari Batik Nasional!!

redaksi

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan:Witriyani

SALATIGA – Jejakkasusindonesianews.com. Suasana Aula SMP Stella Matutina pada Senin hingga Rabu (22–24/9/2025) tampak berbeda dari biasanya. Kompor kecil, wajan berisi lilin panas, serta puluhan canting memenuhi ruangan. Sebanyak 157 siswa bersama 20 guru dan pendamping larut dalam kegiatan membatik bersama. Anak-anak membawa kaos atau baju berbahan katun dari rumah, tak harus baru, asalkan bisa dibatik.

Peran Komunitas Soramata

Puluhan kompor, ratusan canting, serta dukungan penuh datang dari Komunitas Soramata, kelompok pelestari lingkungan yang menjadikan batik sebagai media kampanye. “Kami sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Selain mengajarkan seni membatik yang merupakan budaya asli masyarakat, kami juga mengenalkan soal isu pelestarian lingkungan,” ujar Titi Permata, penggagas Komunitas Soramata Salatiga.
Selain itu, Soramata memperkenalkan pewarna alami dan teknik hemat air saat pencelupan. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan kepekaan anak-anak terhadap persoalan lingkungan di Salatiga.

Pembentukan Karakter Siswa

Menurut Kepala SMP Stella Matutina, Suster Agnesita OSF, kegiatan membatik bukan sekadar latihan seni, tetapi juga penguatan karakter. Nilai kreativitas, kemandirian, kerja sama, dan kolaborasi menjadi bagian penting dari proses. Guru pendamping, Virine Ireda Pr, S.Pd, menambahkan bahwa batik juga menjadi sarana komunikasi. “Hampir semua menggambar pola dengan lambang bintang sebagai simbol ikonik SMP Stella yang berarti bintang fajar,” tuturnya.

Doa dan Simbol Kebersamaan

Tak hanya berhenti pada pola, anak-anak juga diajak menuliskan kalimat dari Prasasti Plumpungan: SriR Astu Swasti Prajabyah—semoga bahagia dan selamatlah rakyatku sekalian. Kalimat ini menjadi doa bersama seluruh civitas akademika Stella Matutina untuk negeri.

Antusiasme Siswa

Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah para siswa. Gabby, siswi kelas 9, mengaku senang bisa terlibat. “Saya senang sekali, Bu Titik dan kawan-kawan sangat telaten membantu kami, jadi kami dengan mudah bisa mengikuti dan bisa menghasilkan karya terbaik,” katanya. Ia bahkan sudah tak sabar menunggu puncak acara fashion show pada 2 Oktober 2025 bertepatan dengan Hari Batik Nasional.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan membatik dilakukan bertahap. Hari pertama dimulai dengan pengantar membatik, membuat pola, dan mencanting. Hari kedua digunakan untuk proses pewarnaan, sementara hari ketiga dilanjutkan dengan melorod dan pencelupan. Akhirnya, semua karya siswa akan dipamerkan dalam fashion show, sebagai wujud apresiasi sekaligus perayaan pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda.

In conclusion, kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya batik, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kepedulian lingkungan, dan rasa bangga terhadap warisan bangsa. Sebuah langkah nyata yang membuat Hari Batik Nasional 2025 semakin bermakna.(..)

 

Berita Terkait

Investasi Rp22 Triliun Mengalir ke Kendal, Pekerja Jateng Diakui Setara Standar Global
Pedagang Semarang Resah Auto Debet Retribusi”  Kebijakan Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat Kecil
Ketua BEM UGM Soroti KDMP, Dinilai Berpotensi Jadi Alat Tekanan Politik Desa
Celosia Disorot! Wahana Diduga Ilegal Tetap Beroperasi” Pengawasan Pemkab Semarang Dipertanyakan??
Jelang Pengukuhan, Dekopinwil Jateng Gaspol Konsolidasi: Siap Guncang Gerakan Koperasi Lebih Modern dan Berdaya!
WFH ASN Tiap Jumat di Semarang, Pemkot Bidik Penghematan BBM Tanpa Ganggu Layanan Publi
Ironi Karangpucung: Lapangan Olahraga Berubah Jadi Terminal Dadakan
Bazar Murah dan Terapi Totok Punggung Diserbu Warga, Nisfu Sya’ban Muteran Semarang Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:42

Investasi Rp22 Triliun Mengalir ke Kendal, Pekerja Jateng Diakui Setara Standar Global

Selasa, 28 April 2026 - 19:40

Pedagang Semarang Resah Auto Debet Retribusi”  Kebijakan Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat Kecil

Sabtu, 25 April 2026 - 10:20

Ketua BEM UGM Soroti KDMP, Dinilai Berpotensi Jadi Alat Tekanan Politik Desa

Selasa, 14 April 2026 - 07:01

Celosia Disorot! Wahana Diduga Ilegal Tetap Beroperasi” Pengawasan Pemkab Semarang Dipertanyakan??

Selasa, 14 April 2026 - 06:28

Jelang Pengukuhan, Dekopinwil Jateng Gaspol Konsolidasi: Siap Guncang Gerakan Koperasi Lebih Modern dan Berdaya!

Kamis, 2 April 2026 - 12:20

WFH ASN Tiap Jumat di Semarang, Pemkot Bidik Penghematan BBM Tanpa Ganggu Layanan Publi

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:59

Ironi Karangpucung: Lapangan Olahraga Berubah Jadi Terminal Dadakan

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:52

Bazar Murah dan Terapi Totok Punggung Diserbu Warga, Nisfu Sya’ban Muteran Semarang Berlangsung Meriah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!