Salatiga | jejakkasusindonesianews.com- Kecelakaan maut di Simpang 3 ABC, Salatiga, yang melibatkan truk kontainer dan menelan korban jiwa, akhirnya terungkap penyebab pastinya.
Mengutip pemberitaan Harian7.com (12/8/2025), hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa sistem pengereman truk telah dimodifikasi sehingga tidak berfungsi optimal.
Selain itu, uji KIR kendaraan diketahui sudah mati sejak tahun 2017, yang berarti truk tersebut telah bertahun-tahun beroperasi tanpa pemeriksaan kelayakan jalan resmi.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Guntur Junanto, S.STP, menegaskan bahwa temuan ini menjadi peringatan keras bagi pengusaha angkutan untuk tidak mengabaikan standar keselamatan kendaraan.
Tragedi ini memicu sorotan publik terhadap lemahnya pengawasan armada angkutan barang, khususnya di jalur rawan kecelakaan seperti kawasan turunan menuju Salatiga.
Pemerintah diminta memperketat pemeriksaan kendaraan dan menindak tegas pelanggaran agar insiden serupa tidak terulang.
[Witriyani]
![]()






