Laporan | M.Supadi
Kabupaten Semarang |Jejakkasusindonesianews.com Suasana hangat penuh keakraban mewarnai kegiatan “Ngopi Kamtibmas” bersama Kabaharkam Polri yang digelar di Balaidesa Ki Mandung, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Selasa malam (21/4/2026).
Kunjungan kerja Kabaharkam Polri, Karyoto, menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri M. Rudy Syafirudin, Wakapolda Jateng Latif Usman, jajaran PJU Polda Jateng, Forkopimda Kabupaten Semarang, hingga unsur TNI-Polri setempat.
Kapolres Semarang, Ratna Quratul Ainy, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi pelayanan kepolisian terus dilakukan mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, dominasi generasi milenial dan Gen Z mendorong Polres Semarang menghadirkan pelayanan yang lebih terbuka dan berbasis digital.
“Kolaborasi dengan seluruh stakeholder sangat penting untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan tepat sasaran. Dukungan masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak, khususnya di tengah derasnya arus media sosial yang berpengaruh besar dalam kehidupan generasi muda.
Sementara itu, Pabung Kodim 0714/Salatiga Mayor Inf. Agung Budiono menegaskan bahwa sinergitas TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan keamanan wilayah.
Hal senada disampaikan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, yang menilai komunikasi Forkopimda selama ini berjalan harmonis. Hal itu terbukti dari suksesnya pengamanan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.
“Pemkab Semarang akan terus mendukung penuh TNI dan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam sesi dialog interaktif, berbagai aspirasi warga mencuat. Mulai dari kekhawatiran kasus curanmor, perlindungan hukum bagi tenaga pendidik, hingga fenomena remaja yang masih sering berkumpul hingga larut malam.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memanfaatkan layanan darurat 110, serta memperkuat peran keluarga dalam pengawasan anak.
Di akhir kegiatan, Kabaharkam Polri Karyoto menegaskan bahwa kehadiran Polri dan TNI di tengah masyarakat adalah bentuk nyata pelayanan publik.
“Kami membuka ruang kritik sebagai bahan evaluasi. Polisi harus hadir dengan jiwa penolong, karena setiap kebaikan akan menjadi ladang pahala,” ungkapnya.
Sebagai simbol dukungan terhadap keamanan lingkungan, Kabaharkam juga menyerahkan rompi Polmas dan peralatan Satkamling kepada perwakilan masyarakat.
Pendekatan humanis, dialogis, dan kolaboratif pun menjadi strategi utama dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.(..)







