Semarang | jejakkasusindonesianews.com-Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) Pengurus Daerah Kota Semarang sukses menyelenggarakan Seminar Harapan Baru Meraih Ginjal Sehat dengan Totok Punggung pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Hotel Grand Saraswati, Semarang.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh 91 pendaftar, terdiri dari 81 praktisi totok punggung (Topuris) atau sekitar 89 persen, serta 10 peserta dari masyarakat umum atau 11 persen. Peserta berasal dari berbagai latar belakang profesi, di antaranya dokter, perawat, akademisi, praktisi kesehatan, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan ginjal.
Ketua Panitia menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal, sekaligus mengenalkan metode Totok Punggung sebagai ikhtiar pendukung kesehatan secara holistik dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, disampaikan analogi bahwa tubuh manusia ibarat sebuah rumah, sementara penyakit diibaratkan debu yang menumpuk di dalamnya. Metode totok punggung dipandang sebagai upaya membersihkan “debu-debu penyakit” tersebut, sehingga tubuh dapat kembali bekerja secara optimal.
Seminar ini menghadirkan dr. Olla Prianti sebagai narasumber utama. dr. Olla dikenal sebagai trainer nasional dan internasional Totok Punggung yang memiliki kompetensi dan kapabilitas tinggi di bidangnya. Dengan jam terbang yang mumpuni, beliau telah menangani lebih dari 3.000 pasien melalui metode totok punggung.
Selain aktif sebagai praktisi dan trainer, dr. Olla juga memiliki peran penting dalam organisasi profesi sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kiprah beliau dari Solok hingga Padang, Sumatera Barat, memberikan wawasan luas kepada peserta mengenai integrasi ilmu kedokteran dengan terapi komplementer.
Pelaksanaan seminar berlangsung lancar berkat kerja sama dan kekompakan panitia, dukungan pengurus KTPI, serta partisipasi aktif seluruh peserta. Kegiatan ini juga diwarnai dengan kepedulian sosial, di mana panitia berhasil menghimpun donasi dari para peserta untuk membantu korban bencana di Kota Padang dengan total dana sekitar Rp2.000.000.
Menambah antusiasme peserta, panitia juga menyediakan door prize menarik, di antaranya emas Micro Gold Antam yang diberikan kepada peserta beruntung sebagai bentuk apresiasi.
Salah satu peserta, Sapto Wibowo, menyampaikan kesan dan pesan positif terhadap pelaksanaan seminar ini. Ia menilai kegiatan tersebut perlu kembali diselenggarakan dengan topik-topik lain, karena dinilai mampu mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan melalui metode Totok Punggung secara mudah dipahami dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, KTPI PD Kota Semarang berharap para peserta, khususnya tenaga kesehatan dan akademisi, memperoleh tambahan wawasan serta inspirasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat secara holistik.
Pewarta : Adi Winarko






