Proyek Jalan Diduga Tanpa Transparansi, Lurah Podorejo Bungkam Saat Dikonfirmasi

redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | jejakkasusindonesianews.com – Proyek pekerjaan jalan di wilayah Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, menuai sorotan publik. Pasalnya, pekerjaan fisik di kawasan tersebut diduga tidak disertai papan nama proyek sebagaimana diatur dalam ketentuan keterbukaan informasi publik.[28/10]

Pantauan di lapangan menunjukkan, tidak terdapat papan informasi yang memuat nama kegiatan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, serta waktu pelaksanaan. Kondisi ini membuat masyarakat tidak mengetahui secara pasti asal-usul anggaran dan pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Sejumlah warga menduga, kegiatan itu merupakan bagian dari proyek pemeliharaan jalan dan drainase sebagaimana tercantum dalam dokumen UPTD Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang. Namun, ketiadaan informasi resmi menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Ketika awak media mencoba mengkonfirmasi ke pihak kelurahan, Lurah Podorejo, Yusdi, memilih bungkam dan mengaku tidak mengetahui detail pelaksanaan proyek tersebut.

“Saya tidak tahu menahu soal pekerjaan itu,” ujarnya singkat, enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Sikap diam aparat kelurahan tersebut justru memunculkan dugaan adanya ketidakterbukaan dan lemahnya koordinasi antara pelaksana proyek dengan pemerintah setempat. Padahal, proyek yang menggunakan dana publik seharusnya dapat diawasi bersama serta dilaksanakan secara transparan.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi negatif terkait penggunaan anggaran pemerintah.

Transparansi dan keterbukaan informasi publik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah.

(Nyoto S & Tim)

 

Berita Terkait

Pelayanan Disorot! Pengunjung Kampoeng Rawa Ambarawa Protes Dipaksa Pindah Saat Belum Selesai Makan
Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!
Klarifikasi Resmi: CV Sari Limbah di Desa Kayen Kantongi Izin Lengkap dan Sah
Kepsek SDN 2 Dompyong Wetan Diduga Sering Tinggalkan Tugas, Dinas Pendidikan Cirebon Diminta Turun Tangan
DIDUGA JADI PARKIR LIAR, FASILITAS UMUM DI SAMPING THE PARK MALL SEMARANG DISOROT
Diduga Dibekingi Oknum TNI Aktif, Warung “Aceh” di Kabupaten Pekalongan Jual Obat Keras Secara Bebas
Balap Liar di Flyover Madukoro Kembali Ditertibkan, 31 Motor Diamankan
Gudang LPG Ilegal di Grogol, Nama Oknum Anggota Polresta Surakarta Terseret

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:28

Pelayanan Disorot! Pengunjung Kampoeng Rawa Ambarawa Protes Dipaksa Pindah Saat Belum Selesai Makan

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:05

Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:25

Klarifikasi Resmi: CV Sari Limbah di Desa Kayen Kantongi Izin Lengkap dan Sah

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:44

Kepsek SDN 2 Dompyong Wetan Diduga Sering Tinggalkan Tugas, Dinas Pendidikan Cirebon Diminta Turun Tangan

Senin, 23 Februari 2026 - 12:54

DIDUGA JADI PARKIR LIAR, FASILITAS UMUM DI SAMPING THE PARK MALL SEMARANG DISOROT

Senin, 23 Februari 2026 - 00:02

Diduga Dibekingi Oknum TNI Aktif, Warung “Aceh” di Kabupaten Pekalongan Jual Obat Keras Secara Bebas

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:32

Balap Liar di Flyover Madukoro Kembali Ditertibkan, 31 Motor Diamankan

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:47

Gudang LPG Ilegal di Grogol, Nama Oknum Anggota Polresta Surakarta Terseret

Berita Terbaru

error: Content is protected !!