Prostitusi Gunung Sampan Masih Jalan: Siapa di Balik Layar dan Berapa Omzetnya? Ini Respons Kasatpol PP Situbondo

Jumat, 27 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO ||Jejakkasusindonesianews.com, Upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk menutup praktik prostitusi di eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) tampaknya belum membuahkan hasil maksimal. Meski razia kerap digelar, aktivitas prostitusi di kawasan ini masih berlangsung secara terbuka dan terorganisir.

Dua Sesi Operasional dan 96 PSK Aktif

Berdasarkan pantauan lapangan, aktivitas prostitusi di Gunung Sampan diduga berjalan setiap hari dalam dua sesi: pukul 10.00–16.00 WIB dan malam hari pukul 20.00–02.00 WIB. Sebanyak 96 pekerja seks komersial (PSK) disebut aktif beroperasi di 21 wisma yang dikelola oleh para mucikari.

Salah satu warga menyebut bahwa sistem pengelolaan sangat rapi, termasuk iuran mingguan sebesar Rp25.000 per PSK, menghasilkan sekitar Rp2,4 juta per minggu atau Rp9,6 juta per bulan. Selain itu, terdapat biaya sewa kamar Rp30.000 per transaksi dan iuran bulanan dari masing-masing pemilik wisma sebesar Rp250.000. Jika dikalikan 21 wisma, jumlah ini mencapai Rp5,25 juta per bulan.

Pernyataan Kontroversial Bu RT 30

Saat dikonfirmasi, salah satu ketua RT setempat, yang dikenal sebagai Bu RT 30, justru menyampaikan komentar bernada menantang kepada media. “Coba tanya langsung ke warga, jangan cuma tahu dari luar,” ujarnya dalam bahasa Madura.

Tak hanya itu, Bu RT 30 juga menyebutkan tarif tip LC (Ladies Companion) bisa mencapai Rp150 ribu per tamu, dan sewa room hingga Rp200 ribu. Ia juga mengklaim ada “pajak” dari pihak Bappeda sebesar 40 persen, meski belum dapat dipastikan kebenarannya.

Satpol PP Siapkan Operasi Gabungan Skala Besar

Menanggapi fakta tersebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi, SSTP., M.Si., memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah konkret untuk menangani permasalahan ini.

“Satpol PP telah melakukan sejumlah penertiban, dan kami tengah menyiapkan operasi gabungan skala besar yang melibatkan berbagai pihak,” ujarnya, Kamis (26/6).

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk langkah pembinaan dan rehabilitasi bagi para PSK pasca-razia.

Bantahan Terkait Jadwal Terstruktur

Saat disinggung terkait dugaan adanya jadwal operasional yang rapi, Sopan membantah. “Kami tidak mengetahui adanya jam operasional tetap. Namun kami terus berkoordinasi agar tidak terjadi pembiaran,” tegasnya.

Perlu Sinergi Lintas OPD dan Masyarakat

Menurut Sopan, penanganan masalah ini tidak bisa hanya diserahkan kepada Satpol PP. Sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama untuk memutus rantai praktik prostitusi di Gunung Sampan.

“Dibutuhkan peran aktif OPD pengampu serta keberanian masyarakat untuk melaporkan aktivitas yang mencurigakan. Tanpa itu, praktik ini akan sulit dihentikan,” tambahnya.

Warga: Siapa Bekingnya?

Sementara itu, seorang warga yang enggan disebut namanya mempertanyakan mengapa praktik ini terus berjalan meski telah berkali-kali dirazia.

“Kalau tetap jalan meski sudah dirazia berkali-kali, pertanyaannya cuma satu: siapa bekingnya? Jangan-jangan aparat justru jadi tameng, bukan penegak hukum,” ujarnya.

(Agus & Tim)

 

Loading

Berita Terkait

Izin Tak Jelas Bertahun-tahun, Operasional Dusun Semilir Diadukan ke Presiden
Uang Mengalir, Izin Tak Jadi: Dugaan Suap Tambang di Bantarpanjang Diselidiki Polres Kuningan
Puting Beliung Porak-Porandakan Kab Semarang, Negara Hadir Bantu Warga Terdampak
Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Aktivitas Galian C di Sidomukti Kendal Disorot Warga dan Aparat Diminta Bertindak
Pemkot Semarang Turun Tangan! Proyek Rumah Makan Diduga Serobot Pondasi Warga, Ancaman Bangunan Mengintai
Distribusi Solar Subsidi Dipertanyakan, SPBU 44.582.09 Blora Dalam Sorotan
Viral ,Lakukan Aksi Tak Terpuji di Ruang Publik, Polres Sragen Amankan Pria Diduga ODGJ
Diduga Timbun Solar Ilegal, Aktivitas PT RizQi Artha Sejahtera di Terboyo Wetan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:34

Izin Tak Jelas Bertahun-tahun, Operasional Dusun Semilir Diadukan ke Presiden

Senin, 2 Februari 2026 - 21:57

Uang Mengalir, Izin Tak Jadi: Dugaan Suap Tambang di Bantarpanjang Diselidiki Polres Kuningan

Senin, 2 Februari 2026 - 07:18

Puting Beliung Porak-Porandakan Kab Semarang, Negara Hadir Bantu Warga Terdampak

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:21

Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Aktivitas Galian C di Sidomukti Kendal Disorot Warga dan Aparat Diminta Bertindak

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59

Pemkot Semarang Turun Tangan! Proyek Rumah Makan Diduga Serobot Pondasi Warga, Ancaman Bangunan Mengintai

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:40

Distribusi Solar Subsidi Dipertanyakan, SPBU 44.582.09 Blora Dalam Sorotan

Senin, 26 Januari 2026 - 13:53

Viral ,Lakukan Aksi Tak Terpuji di Ruang Publik, Polres Sragen Amankan Pria Diduga ODGJ

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:27

Diduga Timbun Solar Ilegal, Aktivitas PT RizQi Artha Sejahtera di Terboyo Wetan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!