Karangpucung, Cilacap|JKI– Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, publik Desa Karangpucung justru disuguhi sebuah pemandangan langka. Penjabat (Pj) Kepala Desa Karangpucung, Anjarningsih, S.E., bukan sekadar memerintah dari balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan.
Bersama Linmas dan perangkat desa, Bu Anjar terlihat memungut sampah, mendorong gerobak angkut, hingga mengatur lokasi upacara yang akan digelar di Lapangan Desa Karangpucung, Minggu 17 Agustus 2025. Pemandangan sederhana namun sarat makna: seorang pemimpin yang rela mengotori tangan demi kebersihan desa yang ia pimpin.
Tindakan ini menjadi kontras mencolok dengan banyak pejabat lain yang hanya sibuk dengan seremoni penuh formalitas. Pj Kades Karangpucung membuktikan, jabatan bukan sekat untuk berjarak dari rakyat, melainkan jembatan untuk bekerja bersama.
Gerakan nyata ini langsung menular. Warga ikut tergerak, merasa dihargai dan termotivasi. Semangat gotong royong pun meledak, seakan desa kembali menemukan denyut kebersamaan yang sempat memudar.
Tak berlebihan bila aksi ini disebut refleksi kepemimpinan sejati. Bukan basa-basi di podium, bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tetapi teladan hidup yang langsung dirasakan masyarakat.
Kini, harapan baru tumbuh di Karangpucung. Publik menilai kehadiran Pj Kades Anjarningsih membawa perubahan mendasar,bukan hanya dalam tata kelola desa, tetapi juga dalam membangun kembali mental kolektif: pemimpin yang mau berkeringat bersama rakyat.
Dengan contoh ekstrem yang ia tunjukkan, masyarakat yakin Desa Karangpucung akan melangkah lebih cepat, lebih kompak, dan lebih sejahtera.
Inilah wajah kepemimpinan yang dirindukan,merakyat, tulus, tanpa pencitraan.
(Red/Buyung)
–
![]()






