Mantan Suami Mangkir, Ibu Nyai Khoirul Wasiah Tetap Pilih Jalan Islah

redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB.SEMARANG |JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM- Upaya penyelesaian persoalan informasi kepemilikan Gedung Al Falah Bandungan akhirnya menemui titik terang. Meski mantan suami Ibu Nyai Khoirul Wasiah, Ahmad Syamsudin Zuhri, tidak hadir dalam musyawarah, proses islah (perdamaian) tetap berjalan lancar.

Pertemuan tersebut digelar di Pondok Pesantren Al Falah Bandungan, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (10/10/2025) pukul 08.00–11.00 WIB.
Forum islah itu difasilitasi oleh Endri Puji Winaryo, S.Pd., M.Pd., C.ME, selaku Mediator Non Hakim Pengadilan Negeri Ungaran.

Dalam pertemuan itu, Ibu Nyai Khoirul Wasiah, Ketua Yayasan Al Falah Bandungan sekaligus pemilik Gedung Al Falah, yang juga merupakan dzurriyyah dari Blater Jimbaran dan adik sepupu Ketua PCNU Kabupaten Semarang, KH Ahmad Fauzan Mas’ud, bertemu langsung dengan H. Jarwanto, pihak yang sebelumnya menyampaikan informasi bahwa gedung tersebut telah dijual kepada pihak dari Solo.

Isu tersebut sempat memicu kebingungan publik dan dinilai merugikan nama baik Ibu Nyai Khoirul Wasiah. Namun, dalam forum yang turut disaksikan Kepala Desa Jetis, Sevlend Cahyo Widi Seranoto, serta tokoh-tokoh masyarakat, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan melalui jalur damai.

Kepala Desa Jetis menegaskan, klarifikasi ini menjadi momentum penting untuk meluruskan informasi yang beredar dan memulihkan reputasi Yayasan Al Falah Bandungan.

“Kami memastikan bahwa Gedung Al Falah tidak pernah dijual seperti isu yang sempat beredar,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Ibu Nyai Khoirul Wasiah menyampaikan langkah damai diambil demi menjaga keharmonisan masyarakat dan nama baik yayasan.

“Saya memaafkan dan berharap semua pihak menjaga lisan serta berhati-hati dalam menyampaikan informasi ke publik. Tujuan kami menjaga ketenangan bersama dan menutup ruang fitnah,” ujarnya.

Meski demikian, Ibu Nyai menegaskan akan menempuh jalur hukum jika kembali muncul pemberitaan yang tidak sesuai fakta.

“Sebab dampaknya nyata — penerimaan santri dan murid baru di Yayasan Al Falah mengalami penurunan drastis,” tegasnya.

Mediator Endri Puji Winaryo mengapresiasi sikap terbuka dan bijak dari kedua pihak.

“Ibu Nyai Khoirul Wasiah menekankan pentingnya perdamaian dan memaafkan. Beliau ingin suasana di masyarakat kembali tenang,” ungkapnya.

Sementara itu, meski Ahmad Syamsudin Zuhri tidak hadir dengan alasan sedang bepergian, proses islah tetap dilanjutkan.
Menurut sejumlah saksi, ketidakhadirannya disayangkan, namun tidak menghambat tercapainya kesepakatan antara dua pihak yang berselisih.

H. Jarwanto juga menegaskan:

“Kami sudah islah, tidak ada masalah. Kami ingin semua pihak berhenti menyebarkan kabar yang tidak benar.”

Melalui hasil islah ini, dipastikan bahwa isu penjualan atau akuisisi Gedung Al Falah Bandungan kepada pihak luar tidak benar alias sesat.

Dengan berakhirnya persoalan ini, masyarakat berharap suasana di lingkungan Yayasan Al Falah Bandungan kembali kondusif, serta semua pihak dapat saling menghormati dalam menyampaikan informasi kepada publik.(Yogie &Tiem)

Loading

Berita Terkait

Polisi Diminta Panggil Pendeta H Gereja Bethany Salatiga atas Dugaan Penyebaran Hoaks
14 Kasus Diduga Mandek di Polres Rembang Lolos Gelar Perkara, Propam Polda Jateng Siap Terbitkan SP3D
Togel Menggila Saat Ramadan, Polres Kendal Bungkam ”  Ada Apa di Balik Diamnya Aparat?
Polsek Semarang Barat Disorot Soal Penanganan Kasus Paiman, Pelapor Keluhkan Proses Berlarut??
Tak Satupun Emas Berlian Terungkap, Kasus Pencurian Justru Dihentikan: Penanganan Polrestabes Semarang Dinilai Prematur, Keadilan Dikorbankan
Diduga Ditunggangi Oknum, Layanan PTSP PN Rembang Disorot Keras! Advokat Bagas Pamenang Bongkar Dugaan Intimidasi dan Diskriminasi
Oknum Polisi di Kalbar Diduga Rekayasa Kasus Narkoba, Anggota Polres Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Kapolri
Waspada Investasi Bodong, Kantor Hukum Fredy and Partners Imbau Masyarakat Tak Tergiur Janji Untung Besar

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 19:17

Polisi Diminta Panggil Pendeta H Gereja Bethany Salatiga atas Dugaan Penyebaran Hoaks

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:58

14 Kasus Diduga Mandek di Polres Rembang Lolos Gelar Perkara, Propam Polda Jateng Siap Terbitkan SP3D

Senin, 23 Februari 2026 - 09:08

Togel Menggila Saat Ramadan, Polres Kendal Bungkam ”  Ada Apa di Balik Diamnya Aparat?

Senin, 16 Februari 2026 - 15:26

Polsek Semarang Barat Disorot Soal Penanganan Kasus Paiman, Pelapor Keluhkan Proses Berlarut??

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:12

Tak Satupun Emas Berlian Terungkap, Kasus Pencurian Justru Dihentikan: Penanganan Polrestabes Semarang Dinilai Prematur, Keadilan Dikorbankan

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:53

Diduga Ditunggangi Oknum, Layanan PTSP PN Rembang Disorot Keras! Advokat Bagas Pamenang Bongkar Dugaan Intimidasi dan Diskriminasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:13

Oknum Polisi di Kalbar Diduga Rekayasa Kasus Narkoba, Anggota Polres Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Kapolri

Senin, 9 Februari 2026 - 18:58

Waspada Investasi Bodong, Kantor Hukum Fredy and Partners Imbau Masyarakat Tak Tergiur Janji Untung Besar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!