SEMARANG|Jejakkasusindonesianews.com – Pasar Johar kembali membuktikan diri bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan ruang publik yang hidup dan produktif.
Forum Peduli Pasar Johar menggelar Lomba Senam ILDI yang berlangsung meriah di halaman utama Pasar Johar, Minggu (18/1/2026), dengan menghadirkan instruktur Ikatan Langkah Dansah Indonesia (ILDI) Jawa Tengah.
Ratusan peserta, didominasi kaum perempuan lintas usia, tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu instruktur profesional. Musik energik, semangat kebersamaan, serta atmosfer pasar yang hidup menjadikan kegiatan ini magnet perhatian pengunjung dan pedagang.
Tak sekadar olahraga, kegiatan ini juga menjadi strategi sosial untuk menghidupkan kembali Pasar Johar sebagai pusat aktivitas masyarakat. Edukasi kebugaran, silaturahmi warga, hingga penguatan ekonomi pasar disatukan dalam satu rangkaian kegiatan.
“Kami ingin Pasar Johar menjadi ruang publik yang sehat, aman, dan penuh aktivitas positif, bukan hanya tempat jual beli,” tegas Haji Hanafi, Ketua Forum Peduli Pasar Johar.
Hadiah Fantastis, Sponsor Turun Gunung
Panitia menyiapkan hadiah yang tergolong menggiurkan dan tidak biasa untuk kegiatan pasar rakyat. Hadiah utama berupa sepeda motor disponsori oleh BRI, sementara Johar Optik membagikan 300 kacamata gratis kepada peserta. Dukungan juga datang dari BSI, BNI, SANEX, serta sejumlah mitra lainnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Semarang, dengan kehadiran perwakilan Dinas Perdagangan, Dishub, Disperkim, serta unsur perbankan nasional dan tokoh-tokoh Pasar Johar.
Rangkaian Acara Berkelanjutan
Sebelumnya, pada 16–17 Januari 2026, Forum Peduli Pasar Johar telah menggelar jalan sehat berhadiah sepeda motor, serta festival kuliner yang dipusatkan di alun-alun dan halaman Pasar Johar.
Rangkaian kegiatan ini dinilai efektif mendongkrak kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi pedagang.
Dengan konsep kolaboratif antara komunitas, sponsor, dan pemerintah, Pasar Johar kembali menegaskan eksistensinya sebagai ikon pasar rakyat modern yang berdaya, sehat, dan inklusif.
(Vio Sari)






