Laporan : Wittriyani
Salatiga | Jejakkasusindonesianews.com – Setelah muncul pemberitaan di salah satu media online mengenai dugaan kejanggalan proyek pembangunan Taman Wisata Religi (TWR) di Kota Salatiga, publik kembali menyoroti langkah kontraktor yang dinilai reaktif.
Warga sekitar mengaku pembersihan jalan dengan cara penyemprotan air baru dilakukan setelah adanya sorotan media. Bahkan, penyiraman dilakukan pada malam hari, sehingga memunculkan pertanyaan: mengapa tidak dilakukan pada siang hari, saat debu dan tanah urug yang tercecer lebih mengganggu aktivitas masyarakat?
Sementara itu, pihak kontraktor melalui Allan selaku pelaksana lahan memberikan klarifikasi. Ia membantah adanya transaksi jual beli tanah urug sebagaimana isu yang beredar. “Tidak ada jual beli tanah. Material tanah dipindahkan dari TWR ke lahan pemerintah lain, semuanya dalam koordinasi dengan Dinas PUPR dan Dinas Pariwisata Kota Salatiga,” tegasnya.
Allan juga menjelaskan, keluhan warga soal debu telah ditangani dengan melakukan penyiraman jalan menggunakan truk tangki air. “Kami tetap melakukan pembersihan di area terdampak. Jika masih ada debu, itu bagian dari konsekuensi aktivitas proyek yang terus kami minimalisir,” tambahnya.
Namun, sejumlah warga tetap merasa ironi dari langkah kontraktor yang baru bergerak setelah muncul pemberitaan. “Kalau memang peduli, mestinya dari awal sudah ada pencegahan. Bukan setelah ramai di media baru disiram,” keluh seorang warga yang enggan disebut namanya.
Di sisi lain, Allan menilai pemberitaan yang muncul sebelumnya tidak disertai konfirmasi langsung di lokasi. “Kami terbuka untuk klarifikasi di lapangan. Akan lebih baik jika media melakukan cross-check agar masyarakat mendapat informasi yang berimbang,” ujarnya.
“Dengan adanya klarifikasi dari kontraktor dan suara warga yang masih mengeluhkan dampak proyek, publik kini menunggu sejauh mana pihak terkait, baik dinas teknis maupun pelaksana, mampu memastikan agar proyek TWR berjalan sesuai aturan tanpa merugikan lingkungan sekitar.(..)
Penyemprotan dilakukan malam hari ???
![]()






