Laporan | Witriyani
Kabupaten Semarang | Jejakkasusindonesianews.com
Sebuah rumah hunian milik warga di wilayah Kenangasari RT 04 RW 07, Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mengalami kebakaran pada Jumat malam (6/3/2026).
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh tungku kayu bakar yang lupa dimatikan saat ditinggal pemilik rumah menunaikan salat tarawih.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengungkapkan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 21.06 WIB dari pelapor bernama Bambang Supriyadi.
“Petugas Damkar langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 21.09 WIB dan tiba di tempat kejadian kebakaran sekitar pukul 21.15 WIB,” ungkap Anang Sukoco.
Rumah yang terbakar diketahui milik Makarim (59) dengan ukuran bangunan sekitar 7 x 9 meter. Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di luar untuk melaksanakan salat tarawih.
Berdasarkan keterangan warga, sekitar pukul 21.00 WIB terdengar suara seperti petasan dari arah rumah korban. Saat dicek melalui jendela, terlihat kobaran api yang sudah mulai membesar dari dalam rumah.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan dan mengevakuasi pemilik rumah keluar dari bangunan. Sejumlah barang yang masih bisa diselamatkan juga sempat dikeluarkan oleh warga.
Api dengan cepat membesar karena di dalam rumah terdapat banyak tumpukan kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan serta tungku kayu bakar yang masih menyala.
Petugas pemadam kebakaran dari beberapa unit regu langsung melakukan upaya pemadaman dibantu BPBD, TNI, Polri serta relawan gabungan Kabupaten Semarang.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB setelah dilakukan proses pemadaman dan pendinginan oleh petugas,” jelas Anang Sukoco.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Setelah memastikan kondisi benar-benar aman, seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran kembali ke posko pada pukul 00.30 WIB.
Pihak Damkar Kabupaten Semarang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor atau tungku api, terutama saat meninggalkan rumah, guna mencegah terjadinya kebakaran.






