Laporan |Adi Winarko
SEMARANG | Jejakkasusindonesianews.com Bakti Sosial (Baksos) Serentak dalam rangka Milad ke-8 Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) yang digelar di Kota Semarang berlangsung sukses dan penuh antusiasme. Sebanyak 70 warga Kelurahan Pudakpayung dan sekitarnya merasakan langsung manfaat terapi Totok Punggung gratis yang diselenggarakan pada Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami’ As Salam, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Baksos tersebut merupakan hasil kolaborasi KTPI PW Jawa Tengah dan KTPI PD Kota Semarang, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-8 KTPI.
Mengusung tema “Getarkan Jari, Sehatkan Negeri”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian KTPI dalam menghadirkan layanan kesehatan alternatif berbasis terapi Totok Punggung secara gratis bagi masyarakat.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga selaras dengan slogan Milad ke-8 KTPI, yakni:
“Berjuang terus, ikhlas harus, dengan kebahagiaan dan kesuksesan.”
Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh Ketua KTPI PD Kota Semarang, Muchtar, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh terapis serta masyarakat yang hadir. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pengabdian dalam setiap kegiatan sosial yang dijalankan KTPI.
“Baksos ini bukan sekadar terapi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial. Terima kasih kepada para terapis dan warga yang telah berpartisipasi,” ujarnya.
Usai pembukaan, layanan terapi Totok Punggung langsung dimulai dengan pelaksanaan yang tertib dan profesional. Panitia secara khusus menerapkan pemisahan layanan antara pasien ikhwan dan akhwat, baik dari sisi terapis maupun lokasi terapi.
Pasien ikhwan ditangani oleh terapis ikhwan di lantai 1, sementara pasien akhwat dilayani oleh terapis akhwat di lantai 2, guna menjaga kenyamanan, adab, dan profesionalisme selama terapi berlangsung.
Berdasarkan data panitia, total peserta yang dilayani mencapai 70 orang, terdiri dari 29 pasien ikhwan dan 41 pasien akhwat. Kegiatan ini didukung oleh 25 terapis terlatih KTPI, dengan komposisi 9 terapis ikhwan dan 16 terapis akhwat.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Sejumlah peserta tampak rela mengantre demi mendapatkan terapi. Mayoritas mengeluhkan nyeri punggung, pegal, serta ketegangan otot akibat aktivitas sehari-hari.
9
Salah satu peserta, Reza (22), mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Semarang, mengaku merasakan perubahan signifikan usai menjalani terapi.
“Biasanya punggung sering nyeri karena aktivitas harian. Setelah ditotok, rasanya jauh lebih lega, nyerinya berkurang bahkan hilang. Badan jadi lebih ringan,” ungkapnya.
Selain memberikan layanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan sinergitas organisasi. Kolaborasi antara KTPI PW Jawa Tengah dan KTPI PD Kota Semarang dinilai mampu mempererat koordinasi internal sekaligus memperluas pengenalan KTPI kepada masyarakat luas.
Pengurus KTPI berharap, semangat kebersamaan yang tercermin dalam baksos serentak ini dapat terus terjaga, sehingga KTPI semakin solid, profesional, dan berkelanjutan dalam menjalankan program sosial dan kesehatan di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, KTPI kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat, dengan menjunjung tinggi nilai perjuangan dan keikhlasan sebagaimana tercermin dalam Milad ke-8 KTPI.






