DPRD Salatiga Bahas Langkah Politik Pasca Hak Angket, FPKS Desak Wali Kota Tak Lagi Bikin Kebijakan Kontroversial

redaksi

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salatiga / jejakkasusindonesianews.com
DPRD Kota Salatiga mulai membahas langkah politik lanjutan pasca berakhirnya masa kerja Hak Angket pada 2 September 2025, yang sebelumnya menyoroti sejumlah kebijakan Wali Kota Robby Hernawan. Meski rekomendasi sudah disampaikan, publik kini menunggu arah politik dewan: apakah akan berlanjut ke Hak Menyatakan Pendapat atau berhenti di tataran rekomendasi.

Ketua Fraksi PKS DPRD Salatiga, Nono Rohana, menegaskan pihaknya konsisten mengawal aspirasi masyarakat. Menurutnya, semua opsi politik masih terbuka, termasuk Hak Menyatakan Pendapat, namun keputusan resmi tetap akan ditentukan dalam forum paripurna DPRD.

“Kami masih dalam tahap pembahasan internal fraksi. Prinsipnya, FPKS akan selalu berada di pihak masyarakat. Kalau ada kebijakan yang meresahkan, apalagi tanpa melibatkan warga, maka kami akan bersikap tegas,” ujar Nono, Senin (22/9/2025).

Salah satu kebijakan yang sebelumnya memicu kontroversi adalah rencana pemindahan komunitas Pasar Pagi. Langkah itu ditolak pedagang dan mendapat kritik tajam dari sejumlah anggota dewan.

FPKS menilai, jika kebijakan sepihak seperti itu terus diulang, DPRD tidak boleh tinggal diam. Fraksi tersebut berkomitmen mengawal agar kebijakan pemerintah kota tidak mengorbankan masyarakat kecil.

Selain menyoroti rekomendasi Hak Angket, DPRD juga memberi peringatan kepada Wali Kota Robby Hernawan. Dewan meminta agar kebijakan yang dibuat tidak lagi menimbulkan keresahan.

“Kami berharap Wali Kota lebih berhati-hati. Jangan sampai ada lagi keputusan yang justru membuat masyarakat bingung atau merasa dirugikan,” tambah Nono.

Sejauh ini, fraksi besar seperti PDIP dan Golkar masih memilih bersikap hati-hati. Sementara fraksi kecil seperti Demokrat dan PAN justru disebut-sebut bisa menjadi penentu arah politik DPRD, apakah melanjutkan eskalasi ke Hak Menyatakan Pendapat atau mengakhiri proses hanya dengan rekomendasi.

Keputusan DPRD ini dipandang publik sebagai ujian: apakah dewan berani menegakkan fungsi pengawasan, atau justru terjebak dalam kompromi politik yang lebih mementingkan stabilitas jangka pendek.

Hari ini, politik Kota Salatiga kembali disorot. Di tengah kegelisahan publik, DPRD dituntut menunjukkan sikap tegas: mengawal aspirasi rakyat atau menjaga kompromi dengan eksekutif. Pilihan dewan akan menentukan wajah demokrasi lokal di Salatiga ke depan.

Pewarta: Adi Winarko

 

Berita Terkait

Darurat Kecanduan Gadget Anak, Yayasan Pendidikan ABANA Gaungkan “Detoks Digital” dari Semarang
Lestarikan Tradisi Leluhur, Bupati Semarang Hadiri Sedekah Desa RW 4 Kalidoh Langesari
PD PWI LS Demak Awali 2026 dengan Apel Pasukan Baret Merah dan Laskar Sabilillah, Perkuat Disiplin dan Kesiapsiagaan
Latih Kepemimpinan Gen-Z, JSIT Jawa Tengah Siapkan Generasi Emas Indonesia 2045
Pelantikan PAKASA Salatiga 2026–2031 Teguhkan Peran Budaya sebagai Penjaga Moral Zaman
Jeritan Satlinmas Tak Boleh Diremehkan: Kesejahteraan Masih Terpinggirkan!!
Dituding Terlibat Pembuangan Tinja Manusia, Tim SAD Tegas Bantah: Itu Hoaks!
TP PKK Kota Salatiga Gandeng Industri, PT Kievit Indonesia Disiapkan Jadi Mitra Strategis Penanganan Stunting

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 11:28

Darurat Kecanduan Gadget Anak, Yayasan Pendidikan ABANA Gaungkan “Detoks Digital” dari Semarang

Senin, 26 Januari 2026 - 01:15

Lestarikan Tradisi Leluhur, Bupati Semarang Hadiri Sedekah Desa RW 4 Kalidoh Langesari

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:58

PD PWI LS Demak Awali 2026 dengan Apel Pasukan Baret Merah dan Laskar Sabilillah, Perkuat Disiplin dan Kesiapsiagaan

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:40

Latih Kepemimpinan Gen-Z, JSIT Jawa Tengah Siapkan Generasi Emas Indonesia 2045

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:40

Pelantikan PAKASA Salatiga 2026–2031 Teguhkan Peran Budaya sebagai Penjaga Moral Zaman

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:49

Jeritan Satlinmas Tak Boleh Diremehkan: Kesejahteraan Masih Terpinggirkan!!

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29

Dituding Terlibat Pembuangan Tinja Manusia, Tim SAD Tegas Bantah: Itu Hoaks!

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:27

TP PKK Kota Salatiga Gandeng Industri, PT Kievit Indonesia Disiapkan Jadi Mitra Strategis Penanganan Stunting

Berita Terbaru

error: Content is protected !!