Desa Kamulyan Tepis Tuduhan Penyimpangan, Rp5,6 Miliar APBN Digarap Tanpa Kontraktor ” Swakelola Murni!

redaksi

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP |Jejakkasusindonesianews.com – Desa Kamulyan, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, kembali membuat gebrakan. Bukan hanya berhasil mengamankan Rp5,6 miliar dari APBN Kementerian PUPR untuk Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE), tetapi juga berani mengelola seluruh proyek tanpa campur tangan kontraktor. Semua pekerjaan dilakukan secara swakelola murni oleh warga sendiri.

Pada Kamis (11/12/2025), Kepala Desa Kamulyan Mahmud menerima kunjungan tokoh pemerhati pembangunan, Mulyadi Tanjung (Bang Buyung), untuk membuka secara gamblang penggunaan anggaran besar tersebut. Pertemuan singkat namun intens di balai desa itu menunjukkan sikap transparan Pemdes Kamulyan dalam mengelola duit negara.

Mahmud mengungkap, proposal yang diajukan sejak 2021 akhirnya membuahkan hasil. Kamulyan menjadi satu-satunya desa di Jawa Tengah yang lolos menerima paket infrastruktur PKE secara terintegrasi.

Dana tersebut dialokasikan ke tiga sektor vital pengentasan kemiskinan:

1. Infrastruktur Jalan

Pembangunan 7 titik dengan total panjang ±5,59 km.

2. Sanitasi Layak

Sebanyak 140 rumah menerima bantuan kamar mandi lengkap dengan septic tank.

3. Jaringan Air Bersih (PDAM)

Proyek hampir rampung, ditargetkan selesai 16–22 Desember 2025.

Namun, yang membuat Kamulyan jadi sorotan adalah keberanian menghapus peran kontraktor. Mahmud menegaskan langsung:

“Tidak ada pihak ketiga. Tidak ada kontraktor. Semuanya dikerjakan Pokmas Kamulyan.”

Seluruh tenaga kerja adalah warga lokal, dibayar harian dengan upah layak. Sistem swakelola ini tak hanya membangun fasilitas publik, tapi juga menghidupkan ekonomi warga. Uang APBN kembali berputar di desa, bukan bocor ke tangan luar.

Langkah ini menjadi tamparan keras bagi desa lain yang kerap berdalih wajib menggunakan penyedia. Kamulyan membuktikan: dengan transparansi dan kemauan, dana pusat bisa dikelola sendiri tanpa permainan proyek.

Pertemuan ditutup dengan keyakinan bahwa rampungnya tiga paket pekerjaan ini akan menjadi lompatan besar bagi pengentasan kemiskinan ekstrem di Desa Kamulyan.

Pewarta : Joker
Editor : Redaksi

 

Berita Terkait

Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!
Klarifikasi Resmi: CV Sari Limbah di Desa Kayen Kantongi Izin Lengkap dan Sah
Kepsek SDN 2 Dompyong Wetan Diduga Sering Tinggalkan Tugas, Dinas Pendidikan Cirebon Diminta Turun Tangan
DIDUGA JADI PARKIR LIAR, FASILITAS UMUM DI SAMPING THE PARK MALL SEMARANG DISOROT
Diduga Dibekingi Oknum TNI Aktif, Warung “Aceh” di Kabupaten Pekalongan Jual Obat Keras Secara Bebas
Balap Liar di Flyover Madukoro Kembali Ditertibkan, 31 Motor Diamankan
Gudang LPG Ilegal di Grogol, Nama Oknum Anggota Polresta Surakarta Terseret
PENDANGKALAN Sungai Kali Babon PENGGARON KIDUL MEMPRIHATINKAN, WARGA DESAK NORMALISASI

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:05

Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:25

Klarifikasi Resmi: CV Sari Limbah di Desa Kayen Kantongi Izin Lengkap dan Sah

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:44

Kepsek SDN 2 Dompyong Wetan Diduga Sering Tinggalkan Tugas, Dinas Pendidikan Cirebon Diminta Turun Tangan

Senin, 23 Februari 2026 - 12:54

DIDUGA JADI PARKIR LIAR, FASILITAS UMUM DI SAMPING THE PARK MALL SEMARANG DISOROT

Senin, 23 Februari 2026 - 00:02

Diduga Dibekingi Oknum TNI Aktif, Warung “Aceh” di Kabupaten Pekalongan Jual Obat Keras Secara Bebas

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:32

Balap Liar di Flyover Madukoro Kembali Ditertibkan, 31 Motor Diamankan

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:47

Gudang LPG Ilegal di Grogol, Nama Oknum Anggota Polresta Surakarta Terseret

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:35

PENDANGKALAN Sungai Kali Babon PENGGARON KIDUL MEMPRIHATINKAN, WARGA DESAK NORMALISASI

Berita Terbaru

error: Content is protected !!