BANJIR MENAHUN DI SAYUNG DEMAK JADI KRISIS, WARGA : TAK ADA PENANGANAN SERIUS

redaksi

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Adi Winarko
Semarang | jejakkasusindonesianews.com
Banjir yang melanda Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini tak lagi bisa dianggap sebagai bencana musiman.

Kondisi tersebut telah berubah menjadi krisis berkepanjangan yang menekan kehidupan warga. Hingga 27 April 2026, genangan air dilaporkan telah bertahan lebih dari delapan bulan tanpa penanganan nyata dari pihak terkait.

Muhammad Miftah, warga RT 06 RW 07 Dukuh Lengkong, mengungkapkan bahwa banjir telah terjadi selama bertahun-tahun dan kian memburuk dalam satu dekade terakhir.

Menurutnya, situasi ini tidak bisa lagi dikategorikan sebagai bencana alam biasa.
“Banjir sampai delapan bulan lebih ini bukan lagi bencana, tapi sudah jadi krisis. Ini sudah lebih dari sepuluh tahun terjadi setiap tahun,” ujar Miftah.

Dampak paling terasa adalah lumpuhnya aktivitas ekonomi warga. Sektor pertanian menjadi yang paling terdampak, karena lahan tidak dapat digarap maupun ditanami.
“Kerugian sangat besar, ekonomi lumpuh seratus persen. Sawah tidak bisa ditanam sama sekali,” jelasnya.

Ia juga menyoroti minimnya upaya penanganan, baik dalam mengatasi dampak maupun akar persoalan banjir. Hingga saat ini, warga mengaku belum merasakan langkah konkret dari pemerintah.

“Memang ini faktor alam, tapi tetap harus ada penanganan. Tidak bisa dibiarkan. Manusia harus berusaha, bukan hanya pasrah,” tegasnya.
Warga, lanjut Miftah, merasa seolah dibiarkan menghadapi kondisi tersebut tanpa solusi yang jelas, meskipun banjir telah menjadi persoalan tahunan selama lebih dari sepuluh tahun.

“Penanganan dari pemerintah sejauh ini masih nol. Tidak ada. Makanya rakyat benar-benar sengsara. Sudah lebih dari sepuluh tahun kebanjiran, tapi tidak ada solusi sama sekali,” pungkasnya.

Berita Terkait

MAUT DI TOL SEMARANG–SOLO KM 448! PICK UP HANTAM MEDIAN” SATU TEWAS DI TEMPAT
Debt Collector di Semarang Bikin Laporan Palsu Damkar, Berakhir Malu: Minta Maaf hingga Disuruh Pegang Selang!
Peristiwa Karaoke Bandungan Memanas, Dilaporkan di Dua Polres — Eks DPRD Temanggung Siap Lapor Balik Dugaan Pemerasan
Turun Bus Subuh-Subuh, Lansia Asal Lampung Tewas Mendadak di Pinggir Jalan Boyolali
Dugaan Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG di Demak, Polisi Lakukan Mitigasi dan Penyelidikan
Terungkap Setelah 7 Bulan” Kerangka Penghuni Kontrakan di Salatiga Ditemukan Membusuk di Atas Ranjang!
MBG Demak Makan Korban! 187 Terdampak, Wagub Jateng Sentil Kelalaian Distribusi : Jadwal Kacau Bisa Jadi Racun!
Rumah Ludes Dilalap Api di Tamansari” Aksi Cepat Polsek Musuk dan Warga Selamatkan Permukiman!!

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:29

MAUT DI TOL SEMARANG–SOLO KM 448! PICK UP HANTAM MEDIAN” SATU TEWAS DI TEMPAT

Senin, 27 April 2026 - 08:09

BANJIR MENAHUN DI SAYUNG DEMAK JADI KRISIS, WARGA : TAK ADA PENANGANAN SERIUS

Sabtu, 25 April 2026 - 22:48

Debt Collector di Semarang Bikin Laporan Palsu Damkar, Berakhir Malu: Minta Maaf hingga Disuruh Pegang Selang!

Jumat, 24 April 2026 - 06:35

Peristiwa Karaoke Bandungan Memanas, Dilaporkan di Dua Polres — Eks DPRD Temanggung Siap Lapor Balik Dugaan Pemerasan

Kamis, 23 April 2026 - 18:04

Turun Bus Subuh-Subuh, Lansia Asal Lampung Tewas Mendadak di Pinggir Jalan Boyolali

Selasa, 21 April 2026 - 20:57

Dugaan Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG di Demak, Polisi Lakukan Mitigasi dan Penyelidikan

Selasa, 21 April 2026 - 16:44

Terungkap Setelah 7 Bulan” Kerangka Penghuni Kontrakan di Salatiga Ditemukan Membusuk di Atas Ranjang!

Selasa, 21 April 2026 - 14:47

MBG Demak Makan Korban! 187 Terdampak, Wagub Jateng Sentil Kelalaian Distribusi : Jadwal Kacau Bisa Jadi Racun!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!