Laporan | M.Supadi
KABUPATEN SEMARANG|JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang semakin dilirik investor untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata air unggulan di Jawa Tengah. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan seluruh rencana investasi harus tetap mengedepankan kelestarian lingkungan dan fungsi konservasi kawasan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha bersama Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Semarang memperkenalkan calon investor dalam negeri, PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir asal Cilacap, yang berminat mengembangkan sejumlah fasilitas wisata berbasis perairan di kawasan Rawa Pening.
Ahmad Luthfi menegaskan, pengembangan Rawa Pening merupakan bagian dari kawasan aglomerasi pariwisata Borobudur–Kopeng–Rawa Pening yang menjadi salah satu program prioritas pengembangan sektor pariwisata Jawa Tengah.
“Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening menjadi satu kawasan aglomerasi yang akan kita kembangkan. Namun, seluruh prosesnya harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak karena Rawa Pening juga merupakan kawasan konservasi,” tegas Luthfi.
Sementara itu, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha menjelaskan investor berencana menghadirkan berbagai fasilitas wisata, mulai dari rumah makan apung, vila, keramba wisata hingga wahana permainan air.
Menurutnya, investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Rawa Pening.
“Harapan kami, Rawa Pening menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” ujarnya.
Direktur PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Miskun, mengatakan pihaknya melihat potensi besar Rawa Pening sebagai destinasi wisata air yang memiliki daya saing tinggi. Ia juga mengungkapkan Gubernur Jawa Tengah meminta agar proses pengembangan segera direalisasikan.
“Beliau menyampaikan supaya secepatnya disegerakan dan jangan terlalu lama,” kata Miskun.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, memastikan seluruh proses pengembangan akan dilakukan secara terukur tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
Pemprov Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk menentukan zonasi kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata maupun area yang wajib dipertahankan sebagai kawasan konservasi.
Tak hanya sektor pariwisata, Rawa Pening juga diproyeksikan menjadi lokasi investasi sistem pengelolaan air dari Shiga, Jepang. Program tersebut diharapkan mampu menyinergikan pengembangan wisata, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan tahun ini site plan sudah bisa kita lihat. Meski Rawa Pening merupakan kewenangan Kementerian PU, pengembangannya tetap dapat didorong melalui sinergi lintas instansi,” pungkas Hanung.







