Dinilai Perkuat Syiar Islam dan Hidupkan Tradisi Islami di Tengah Masyarakat
ACEH TIMUR | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM — Keuchik Gampong Matang Weng, Kecamatan Simpang Ulim, Zulkifli Yusuf, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, atas konsistensinya menggelar kegiatan gema takbir keliling pada momentum Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Aceh Timur.
Menurut Zulkifli Yusuf, kegiatan takbir keliling bukan sekadar seremoni tahunan, namun menjadi simbol kuat syiar Islam yang mampu membangkitkan semangat ukhuwah serta menjaga tradisi keagamaan masyarakat Aceh Timur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bupati Aceh Timur terhadap syiar Islam. Gema takbir keliling ini mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mempertahankan budaya Islami yang telah diwariskan turun-temurun,” ujar Zulkifli Yusuf, Kamis (28/5/2026).
Ia juga menyampaikan rasa bangga karena Kecamatan Simpang Ulim dipercaya menjadi titik pusat start pawai takbir keliling tingkat Kabupaten Aceh Timur. Menurutnya, hal tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan semangat keislaman.

Tak hanya itu, Zulkifli Yusuf turut memberikan penghargaan kepada Camat Simpang Ulim Muhammad Yusuf, SE, unsur Muspika, para keuchik, BKPRMI, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan gema takbir keliling hingga berlangsung aman, tertib, dan meriah.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengusulkan agar kegiatan pawai takbir keliling ke depan dapat dimasukkan dalam prioritas penggunaan dana desa melalui Peraturan Bupati (Perbup), sehingga pelaksanaannya memiliki dasar yang kuat dan dapat digelar lebih maksimal di seluruh gampong dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur.
“Jika didukung regulasi dan anggaran yang jelas, maka syiar Islam seperti gema takbir keliling akan semakin semarak dan mampu menjadi identitas budaya religius masyarakat Aceh Timur dari generasi ke generasi,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak terus bersinergi menjaga tradisi keagamaan tersebut agar tidak tergerus zaman serta tetap menjadi kebanggaan masyarakat Aceh yang dikenal kuat memegang nilai-nilai Islami.
Laporan | Hendrika S







