Laporan |M.Supadi
Kabupaten Semarang | jejakkasusindonesianews.com
Warga Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang digegerkan dengan penemuan orok bayi perempuan di bawah jembatan pada Senin pagi, 16 Maret 2026.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan terbungkus kain pel di dalam kaleng bekas roti.
Kapolsek Ungaran Barat Kompol Sugiyarta SH MH menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.13 WIB saat sejumlah anak kampung setempat bermain di sekitar aliran sungai.
“Anak-anak yang sedang bermain melihat sebuah bungkusan mencurigakan di sekitar aliran sungai. Setelah dibuka, di dalamnya terdapat kaleng bekas roti yang berisi orok bayi,” ungkap Kompol Sugiyarta di lokasi kejadian.
Mengetahui temuan tersebut, anak-anak kemudian memberitahukan kepada warga sekitar, Restu Handayani (34). Restu lalu mengajak tetangganya, Moh Roni (61), untuk memastikan isi bungkusan tersebut.
Setelah diperiksa, diketahui bahwa bungkusan tersebut berisi orok bayi perempuan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Mendapat laporan warga, Kapolsek Ungaran Barat bersama personel piket, Unit Reskrim, serta SPKT segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara.
Polisi juga langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Semarang serta tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Semarang dan tenaga medis guna memastikan kondisi korban,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan medis awal oleh dokter Aam Amaliaya bersama bidan Desa Jetis, diketahui korban merupakan orok bayi perempuan dengan usia kandungan diperkirakan sekitar 7 hingga 8 bulan dan berat sekitar 2 kilogram.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia karena lahir dalam kondisi prematur. Diperkirakan bayi tersebut telah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan warga,” jelas Kompol Sugiyarta.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah bayi tersebut dan membawanya ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna kepentingan penyelidikan.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga membuang bayi tersebut.
“Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mencari petunjuk di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini,” pungkasnya.
Polisi juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib guna membantu proses penyelidikan.






