Antisipasi Darah di Jalan, AKBP Windy Syafutra “Sekolahkan” Sopir MBG se-Purworejo

redaksi

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Yogie
PURWOREJO | Jejakkasusindonesianews.com 
Di tengah maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah, Polres Purworejo mengambil langkah berani dan tak lazim. Di bawah komando AKBP Windy Syafutra, Purworejo resmi tercatat sebagai Polres pertama di Indonesia yang menggelar pelatihan safety driving khusus bagi sopir MBG.

Sebanyak 52 pengemudi MBG se-Kabupaten Purworejo “disekolahkan ulang” di Lapangan Uji Praktik Satpas Satlantas Polres Purworejo, Sabtu (24/01/2026). Langkah ini sekaligus menjadi tamparan halus bagi daerah lain yang masih membiarkan armada MBG melaju tanpa pengawasan dan peningkatan kompetensi.

Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom. secara tegas menyatakan bahwa SIM bukan jaminan keselamatan.
“Punya SIM saja tidak cukup. Kalau tidak paham safety driving, potensi kecelakaan tinggal menunggu waktu. Kami tidak ingin program negara justru menelan korban di jalan,” tegasnya lugas.

SIM Bukan Jaminan, Keselamatan Bukan Formalitas Pernyataan tersebut sekaligus menyentil realitas pahit di lapangan: banyak pengemudi operasional program publik bekerja di bawah tekanan target distribusi, minim pelatihan, dan nyaris tanpa evaluasi berkala.

Kasat Lantas Polres Purworejo mengungkapkan, peserta merupakan perwakilan seluruh Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG). Materi pelatihan tidak main-main—mulai dari teori dasar keselamatan, ergonomi berkendara, penggunaan sabuk pengaman, hingga manuver ekstrem di lintasan uji SIM.

Julukan “ompreng balap” yang selama ini melekat pada sopir lapangan diuji habis-habisan. Peserta dipaksa menghadapi zigzag maju-mundur, tanjakan-turunan ekstrem, teknik pengereman presisi, hingga penguasaan kopling di kondisi darurat. Semua diarahkan pada satu tujuan: memutus rantai kecelakaan MBG yang kian mengkhawatirkan.

Tak luput disinggung pula insiden perlintasan kereta api di Desa Dewi, Kecamatan Bayan, yang menjadi alarm keras pentingnya disiplin dan kewaspadaan sopir operasional.
Armada MBG Turun Langsung ke Lintasan
Berbeda dari pelatihan formalitas,

Polres Purworejo justru mengizinkan peserta menjajal lintasan menggunakan kendaraan MBG asli yang mereka gunakan sehari-hari. Langkah ini dinilai krusial agar pengemudi benar-benar memahami karakter armada yang mereka bawa, bukan sekadar lulus ujian simbolik.

Gratis, Bersertifikat, dan Ada Hadiah
Salah satu peserta, Wahyudi (60) dari SPPG Pangenjurutengah, mengaku pelatihan ini membuka kembali kesadarannya sebagai pengemudi.

“Ini gratis, tapi ilmunya mahal. Saya jadi ingat lagi rambu dan cara berkendara yang benar. Kalau begini, nyawa orang di jalan lebih terjamin,” ujarnya.

Sebagai penutup, seluruh peserta menerima sertifikat resmi pelatihan, sementara tiga pengemudi terbaik diganjar uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi. Kompetisi sehat ini menjadi bukti bahwa keselamatan bisa ditegakkan tanpa menghilangkan semangat kerja.
Catatan Kritis
Langkah Polres Purworejo patut diapresiasi. Namun di saat yang sama, muncul pertanyaan besar:
Mengapa baru sekarang? Dan mengapa baru satu daerah?

Jika keselamatan distribusi MBG adalah prioritas nasional, maka pelatihan semacam ini seharusnya menjadi standar nasional, bukan sekadar inisiatif satu Kapolres yang peduli.(..)

Berita Terkait

106 Personel Diterjunkan! Polres Boyolali Bentengi Stadion Kebo Giro, Laga Hidup-Mati PERSEBI Jadi Sorotan
RXM Team dan Ganesha New Era Siap Guncang Kapolda Jateng Cup 2026, Polres Semarang Dukung Penuh Atlet E-Sport Daerah
Masa Muda Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora Diabdikan untuk Memburu Pelaku Kejahatan dan Memperkuat Intelijen Kepolisian
Kapolres Boyolali Turun Langsung Pimpin Pengamanan Liga 4 Nasional, 89 Personel Disiagakan di Stadion Kebo Giro
Motor Korban Curanmor Kembali ke Tangan Pemilik, Warga Apresiasi Kinerja Ditreskrimum Polda Jateng
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Demak Resmikan Sumur Bor di Solondoko, Warga Terdampak Banjir Kini Nikmati Air Bersih
157 Personel Diterjunkan! Polres Semarang Kepung Sekolah Cegah Konvoi dan Aksi Nekat Saat Kelulusan SMP 2026
Polres Semarang Perkuat Sinergi PPNS dan Aparat Penegak Hukum, Sambut Era Baru KUHAP 2025

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:55

106 Personel Diterjunkan! Polres Boyolali Bentengi Stadion Kebo Giro, Laga Hidup-Mati PERSEBI Jadi Sorotan

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43

RXM Team dan Ganesha New Era Siap Guncang Kapolda Jateng Cup 2026, Polres Semarang Dukung Penuh Atlet E-Sport Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:24

Masa Muda Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora Diabdikan untuk Memburu Pelaku Kejahatan dan Memperkuat Intelijen Kepolisian

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:47

Kapolres Boyolali Turun Langsung Pimpin Pengamanan Liga 4 Nasional, 89 Personel Disiagakan di Stadion Kebo Giro

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:38

Motor Korban Curanmor Kembali ke Tangan Pemilik, Warga Apresiasi Kinerja Ditreskrimum Polda Jateng

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:56

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Demak Resmikan Sumur Bor di Solondoko, Warga Terdampak Banjir Kini Nikmati Air Bersih

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:10

157 Personel Diterjunkan! Polres Semarang Kepung Sekolah Cegah Konvoi dan Aksi Nekat Saat Kelulusan SMP 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:57

Polres Semarang Perkuat Sinergi PPNS dan Aparat Penegak Hukum, Sambut Era Baru KUHAP 2025

Berita Terbaru

error: Content is protected !!