DEMAK | jejakkasusindonesianews.com — Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, temuan ketidaksesuaian standar menu MBG terungkap di Dukuh Tlogo, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (14/1/2026).
Temuan ini berdasarkan pemantauan langsung Tim SAD (Social Action Division) di lapangan, menyusul laporan sejumlah wali murid yang mengeluhkan menu MBG tidak layak dan tidak sesuai pedoman gizi pemerintah di beberapa titik distribusi wilayah Batursari.
Diduga Langgar Standar Nasional Gizi
Dalam investigasi lapangan tersebut, Tim SAD menemukan sejumlah penyimpangan serius yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan siswa, antara lain:
Komposisi Nutrisi Tidak Seimbang
Menu yang disajikan tidak memenuhi prinsip gizi seimbang, minim protein, serta ditemukan ketiadaan sayur dan buah yang seharusnya menjadi komponen wajib.
Kualitas dan Higienitas Bahan Dipertanyakan
Beberapa bahan makanan diduga kurang segar dan pengolahan dinilai tidak memenuhi standar kebersihan.
Porsi Tidak Sesuai Ketentuan Kalori
Volume makanan yang diterima siswa tidak sebanding dengan kebutuhan kalori sesuai kelompok usia penerima manfaat.
Sorotan Tajam di Tengah Kasus Keracunan Siswa
Temuan ini menjadi alarm keras, terlebih di tengah maraknya kasus dugaan keracunan makanan pada siswa di berbagai daerah. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap pengawasan dapur MBG dan akuntabilitas penyedia jasa boga.
Tim SAD Ambil Langkah Tegas
Menanggapi temuan tersebut, Tim SAD menyatakan akan mengambil langkah konkret dan berlapis, di antaranya:
Pemanggilan dan Evaluasi Vendor
Penyedia jasa boga Dapur MBG yang bertanggung jawab akan dipanggil dan dievaluasi secara ketat.
Audit Standar Mutu Dapur MBG
Pengawasan akan diperketat mulai dari central kitchen, sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Pengawasan Berkelanjutan,Tim SAD menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif sebagai bentuk kontrol sosial demi mencegah terulangnya kasus serupa.
“Kami sangat menyayangkan adanya ketidaksesuaian ini. Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas SDM bangsa.
Standar gizi dan kebersihan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” tegas Ketua SAD, Ali Mustofa.
Ia menambahkan, seluruh menu MBG wajib dikembalikan dan disesuaikan dengan pedoman gizi resmi yang telah ditetapkan pemerintah, tanpa kompromi.
Tentang Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif nasional pemerintah yang bertujuan menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan, serta konsentrasi belajar siswa melalui asupan makanan bergizi, aman, dan berimbang secara rutin.
Catatan Redaksi
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak terkait agar tidak main-main dengan program strategis negara yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia.
Laporan : Mulyono






