KUBANGAN MAUT GALIAN C KUDUS: DUA BOCAH TEWAS, PEMBIARAN MEMBUNUH!!

redaksi

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS | Jejakkasusindonesianews.com –
Dua anak kecil meregang nyawa bukan karena takdir, melainkan karena kelalaian yang dibiarkan. Kubangan bekas galian C di Dukuh Pedak, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, berubah menjadi kolam pembunuh setelah lama dibiarkan tanpa pagar, tanpa rambu, tanpa pengawasan.
Korban, Ahmad Syukron Ma’mun dan Abraham Dhiyauddin (8 tahun), tenggelam di kubangan sedalam ±2,5 meter. Mereka hanya bermain. Negara tidak hadir.
❗ Tidak direklamasi
❗ Tidak dipagari
❗ Tidak diperingatkan
❗ Tidak diawasi
Ini bukan kecelakaan. Ini pembiaran berujung kematian.

Seorang anak lain, Rizqi Maulana (8), selamat setelah lari meminta pertolongan. Ia menyaksikan langsung dua temannya tenggelam. Trauma seumur hidup. Siapa bertanggung jawab?

“Tidak ada tanda bahaya apa pun,” ujar ibu korban dengan mata basah.
Kalimat sederhana, bukti telanjang kelalaian.
Upaya evakuasi oleh warga terlambat. Rumah sakit tak mampu menolong. Dua peti kecil jadi saksi bisu bahwa kubangan tambang lebih diprioritaskan daripada nyawa anak-anak.

GALIAN C: IZIN ATAU ILEGAL, SAMA-SAMA MEMATIKAN “Pertanyaan keras menggelinding:
Apakah galian ini berizin?
Jika berizin, mengapa tak direklamasi?
Jika ilegal, mengapa dibiarkan?
Siapa yang “menutup mata”?
Jejakkasusindonesianews.com menegaskan:
Siapa pun yang membiarkan kubangan maut tetap terbuka, ikut bertanggung jawab atas kematian ini.

DESAKAN KERAS JEJAKKASUSINDONESIANES.COM
Kami mendesak:
Polisi usut pidana pengelola/penanggung jawab
Pemkab Kudus diseret bertanggung jawab atas pengawasan

Tutup total galian C berbahaya
Reklamasi sekarang, bukan nanti
Umumkan ke publik: siapa pemiliknya?
🛑 Cukup sudah anak-anak jadi tumbal tambang.
🛑 Berapa nyawa lagi baru negara bergerak?
Ini bukan musibah. Ini kejahatan kelalaian.

Laporan : Yogie &Tiem
Editor : Redaksi

Berita Terkait

Anggota Satpol PP Gugur Saat Evakuasi ODGJ di Kebumen, Tugas Kemanusiaan Berujung Duka
PUTING BELIUNG MENGAMUK! Tiga Kecamatan Porak-Poranda, Jalur Salatiga–Dadap Ayam Lumpuh Total
Joging Pagi Berujung Horor, Dua Wanita Warga Pabelan Temukan Jenazah Mengapung di Embung
Ditinggal Bakar Sampah, Gudang Rosok di Bergas Ludes Terbakar
Lansia Stroke Terjebak Api di Wedung! Kasur dan Alat Pemanas Listrik Terbakar, Korban Alami Luka Bakar Serius
Detik-Detik Maut di JLS Salatiga: Dua Mio Bertabrakan, Kepala Korban Terluka
Tabungan 25 Tahun Kandas, Korban Emas-Berlian Semarang Barat Putus Asa “Harus Mengadu ke Mana Lagi?
Petak Umpet yang Merenggut Nyawa: Bocah 8 Tahun di Demak Tewas Tersengat Listrik

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:39

PUTING BELIUNG MENGAMUK! Tiga Kecamatan Porak-Poranda, Jalur Salatiga–Dadap Ayam Lumpuh Total

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:33

Joging Pagi Berujung Horor, Dua Wanita Warga Pabelan Temukan Jenazah Mengapung di Embung

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:26

Ditinggal Bakar Sampah, Gudang Rosok di Bergas Ludes Terbakar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:48

Lansia Stroke Terjebak Api di Wedung! Kasur dan Alat Pemanas Listrik Terbakar, Korban Alami Luka Bakar Serius

Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:13

Detik-Detik Maut di JLS Salatiga: Dua Mio Bertabrakan, Kepala Korban Terluka

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:12

Tabungan 25 Tahun Kandas, Korban Emas-Berlian Semarang Barat Putus Asa “Harus Mengadu ke Mana Lagi?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:45

Petak Umpet yang Merenggut Nyawa: Bocah 8 Tahun di Demak Tewas Tersengat Listrik

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:36

Terungkap! Motif Utang Piutang di Balik Perampokan Brutal Boyolali yang Merenggut Nyawa Bocah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!