DPRD Kota Salatiga Bicara Pengawasan dan Akuntabilitas, ELBEHA Barometer Sindir Pedas: Jangan Sampai Hasilnya Kosong Lagi

redaksi

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : M.Supadi

SALATIGA|JEJAKKASUINDONESIANEWS.COM – Isu transparansi dan akuntabilitas anggaran kembali mencuat di Kota Salatiga. Lembaga ELBEHA Barometer menyoroti kinerja DPRD, khususnya terkait pengawasan penggunaan anggaran Rp10,1 miliar dalam proyek pembangunan Taman Wisata Religi Salatiga (TWRS) di Jalan Pattimura.

Ketua ELBEHA Barometer, Sri Hartono, secara terang-terangan menyinggung lemahnya tindak lanjut DPRD atas berbagai kegiatan pengawasan sebelumnya. Menurutnya, banyak kegiatan yang telah digelar, namun “panisme”-nya—dampak nyata bagi publik—tidak terasa.

“Endingnya apa? Dampaknya untuk masyarakat apa? Tidak jelas dan tidak ditindaklanjuti,” tegas Sri Hartono, Minggu (16/11/2025).

Ia juga mengungkit pengalaman masa lalu saat DPRD membentuk Panitia Hak Angket, yang dinilainya hanya berujung pada laporan tanpa aksi.

“Hasilnya hanya di atas kertas, tidak ada tindakan nyata,” sindirnya.

Sri Hartono menekankan bahwa setiap kegiatan DPRD yang menggunakan anggaran publik harus memberi manfaat yang jelas, bukan sekadar rutinitas seremonial. Ia juga menyentil dugaan praktik “main proyek” oleh oknum anggota dewan.

“Endingnya harus jelas dan objektif, mengingat ada anggota dewan yang bermain proyek dengan modus rental CV,” ujarnya.

ELBEHA Barometer turut menyoroti kegiatan studi banding pengelolaan sampah yang dinilai tidak memberikan perubahan nyata.

“Kasus sampah saja sampai sekarang belum teratasi,” keluhnya.

Lembaga ini berharap semua program yang dibiayai APBD menghasilkan perubahan nyata dan tidak sekadar menjadi agenda tahunan tanpa manfaat publik.

Pansus TWRS Jawab Kritik: Siap Kerja Terbuka dan AkuntabelMenanggapi kritik tersebut, DPRD Kota Salatiga melalui Pansus TWRS menegaskan komitmennya melakukan pengawasan secara objektif. Ketua Pansus, Yusuf Wibisono, memastikan pengawasan dilakukan secara menyeluruh karena nilai proyek yang cukup besar.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan tepat sasaran dan sesuai prosedur,” ujarnya (23/10/2025).

Proyek TWRS sendiri telah digagas sejak era Wali Kota John Manopo dan mengalami sejumlah perubahan. Pansus telah memanggil Bappeda dan dalam waktu dekat akan mengundang DPUPR, Inspektorat, hingga kontraktor.

Tiga paket pekerjaan TWRS meliputi:

  • Gerbang dan penunjang TWRS – Rp2,22 miliar (CV Abiyasha Consultant)
  • Pembangunan Aula TWRS – Rp5,166 miliar (CV Mitra Usaha Sejati; konsultan CV Abiyasa)
  • Penunjang daya tarik wisata – Rp2,79 miliar (CV Rajendra Constructions; konsultan CV Abiyasa)

Yusuf memastikan seluruh hasil kerja Pansus akan dipublikasikan.

“Kami ingin proyek ini menjadi kebanggaan warga, bukan sekadar proyek seremonial,” tegasnya.

Saat Hak Angket Hanya Ramai di Paripurna

Kritik ELBEHA Barometer menguat ketika menengok hasil Panitia Hak Angket sebelumnya. Meski telah dua bulan bekerja dan membeberkan temuan indikasi pelanggaran hukum oleh Wali Kota Robby Hernawan terkait relokasi Pasar Pagi dan penghentian sementara Perda Retribusi Sampah Rumah Tangga, tindak lanjutnya dinilai tak jelas.

Ketua Angket saat itu, Saiful Mashud, menyatakan adanya temuan indikasi pelanggaran peraturan.

Namun, polemik Pasar Pagi tetap berlarut. Rencana pemindahan ke Pasar Rejosari menuai protes warga, dan hasil angket kembali menguap tanpa kejelasan tindak lanjut – seperti yang disindir Sri Hartono.(..)

 

Berita Terkait

Tangis Pecah di Rutan Salatiga, Ratusan Keluarga Serbu Besukan Lebaran
Remisi Idul Fitri di Rutan Salatiga: 62 Warga Binaan Diganjar Potongan Hukuman, 1 Bebas Seketika!
Jelang Idul Fitri 1447 H, Lapas Purwodadi Siaga: Kalapas Tegaskan Pelayanan Santun dan Pengamanan Ketat
Pererat Silaturahmi Ramadan, Team Sedulur Aktivis Demak (SAD) Gelar Buka Puasa Bersama
Di Balik Jeruji Rutan Salatiga: Warga Binaan Khatamkan Al-Qur’an, Ramadan Jadi Titik Balik Hidup
Lapas Purwodadi Diuji Ombudsman RI Jateng, Erik Murdiyanto Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Bebas Maladministrasi
Sinergi APH Makin Solid, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Luncurkan Terobosan Kunjungan Tahanan Online
12 Pegawai Rumah Tahanan Negara Salatiga Naik Pangkat, Karutan: Bukti Dedikasi dan Integritas  

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 09:20

Tangis Pecah di Rutan Salatiga, Ratusan Keluarga Serbu Besukan Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:19

Remisi Idul Fitri di Rutan Salatiga: 62 Warga Binaan Diganjar Potongan Hukuman, 1 Bebas Seketika!

Senin, 16 Maret 2026 - 14:27

Jelang Idul Fitri 1447 H, Lapas Purwodadi Siaga: Kalapas Tegaskan Pelayanan Santun dan Pengamanan Ketat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:48

Pererat Silaturahmi Ramadan, Team Sedulur Aktivis Demak (SAD) Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 21:56

Di Balik Jeruji Rutan Salatiga: Warga Binaan Khatamkan Al-Qur’an, Ramadan Jadi Titik Balik Hidup

Senin, 9 Maret 2026 - 19:17

Lapas Purwodadi Diuji Ombudsman RI Jateng, Erik Murdiyanto Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Bebas Maladministrasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:15

Sinergi APH Makin Solid, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Luncurkan Terobosan Kunjungan Tahanan Online

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:45

12 Pegawai Rumah Tahanan Negara Salatiga Naik Pangkat, Karutan: Bukti Dedikasi dan Integritas  

Berita Terbaru

error: Content is protected !!