CILACAP | Jejakkasusindonesianews.com –
Ratusan hektare sawah yang sebentar lagi memasuki masa panen di Kecamatan Majenang dan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, terancam gagal total setelah direndam banjir bandang pada Selasa (11/11/2025).
Banjir melanda Desa Mulyasari, Mulyadadi, dan Padangsari, menyebabkan kerugian signifikan bagi para petani.
Debit air yang tinggi akibat luapan sungai membuat tanaman padi terendam dan terancam membusuk (bosok).
Musim panen yang seharusnya membawa kesejahteraan kini berubah menjadi bencana dan kerugian besar.
Permintaan Mendesak: Perbaikan Total Lima Tanggul Sungai
Para petani terdampak mendesak tindakan cepat dan konkret dari pemerintah. Fokus utama mereka adalah perbaikan tanggul sungai yang menjadi sumber utama banjir tahunan.
Adapun sungai-sungai yang diminta segera diperbaiki meliputi:
- Sungai Kawung (Cikawung)
- Sungai Cilumuh
- Sungai Cilopadang
- Sungai Cijalu
- Sungai Cilanggir
Selain perbaikan permanen, petani juga berharap adanya bantuan pangan berupa beras sebagai kompensasi atas potensi gagal panen yang nyaris pasti terjadi.
Ketua Komisi B DPRD Cilacap: “Ini Masalah Tahunan yang Harus Dipecahkan!”
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi B DPRD Cilacap, Didi Yudi Cahyadi (DYC), mendesak agar penanganan dilakukan secara serius dan terpadu oleh instansi terkait.
“Kami berharap ada penanganan serius dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Sumber Daya Air (PSDA), dan Dinas Pertanian untuk mengatasi banjir tahunan di desa-desa ini,” tegas Didi.
Ia menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan tersebut bukan hal baru, melainkan bencana rutin yang belum ditangani tuntas.
“Permasalahan ini harus segera dipecahkan. Setiap tahun daerah ini kebanjiran karena merupakan titik pertemuan beberapa sungai dari wilayah Cimanggu, Majenang, dan Wanareja. Tanpa perbaikan tanggul yang menyeluruh, kerugian petani akan terus terulang,” tutupnya.
Pemerintah daerah dan pusat kini dituntut untuk bergerak cepat, mengalokasikan anggaran perbaikan tanggul, serta mengirim alat berat ke lokasi terdampak. Langkah konkret diperlukan agar penderitaan petani akibat banjir tahunan ini tidak terus berulang.
(Buyung)






