Tahan Lapar 28 Hari Demi Wasiat Ibu, Kakak Beradik di Kendal Ditemukan Lemas di Samping Jenazah

redaksi

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaktur : Angger S 

KENDAL | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Warga Dusun Songopuro, Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, digemparkan dengan penemuan dua kakak beradik dalam kondisi lemas di dalam rumah, setelah hampir sebulan menunggui jenazah ibu mereka tanpa makan.

Dua perempuan itu, Putri Setya Gita Pratiwi (23) dan Intan Ayu Sulistyowati (19), ditemukan warga pada Sabtu (1/11/2025) setelah tercium bau menyengat dari rumah mereka yang terkunci rapat. Saat pintu didobrak, jenazah sang ibu, Setyaningsih (51), ditemukan sudah membusuk, sementara kedua anaknya tergeletak lemah di sampingnya.

Pegang Pesan Ibu, Tak Ingin Merepotkan Tetangga

Dari keterangan Putri, mereka memilih tidak makan dan tidak keluar rumah karena berpegang pada pesan terakhir sang ibu yang berpesan agar tidak merepotkan tetangga.

“Ibu bilang jangan merepotkan orang lain. Sejak ibu sakit, kami hanya minum air putih,” ujar Putri lirih saat dirawat di RS Muhammadiyah Boja, Senin (3/11/2025).

Setyaningsih dikabarkan meninggal dunia pada 13 Oktober 2025, namun jasadnya baru diketahui warga hampir tiga minggu kemudian. Selama itu, kedua anaknya hanya bertahan hidup dengan air rebusan sumur tanpa asupan makanan.

Awal Terungkap dari Bau Menyengat

Kepala Desa Bebengan, Wastoni, mengatakan keluarga tersebut dikenal tertutup namun tergolong mampu.

“Warga mencium bau busuk dan melihat banyak lalat di jendela rumah. Setelah pintu didobrak, ternyata ibunya sudah meninggal. Dua anaknya dalam keadaan lemah,” ujarnya.

Jenazah Setyaningsih kemudian dimandikan dan dimakamkan oleh warga, sementara kedua anaknya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kondisi Kesehatan Mulai Membaik

Dokter RS Muhammadiyah Boja, dr. Arfa Bima F, menyampaikan kondisi keduanya perlahan membaik setelah menjalani perawatan.

“Kedua pasien masuk dengan kondisi dehidrasi berat dan sangat lemah. Secara medis sudah stabil, namun dari sisi psikis masih memerlukan pendampingan,” jelasnya.

Karena tidak ada psikiater di rumah sakit tersebut, keduanya akan dirujuk untuk konsultasi ke rumah sakit Muhammadiyah lain yang memiliki layanan kesehatan jiwa.

Bupati Kendal: Anak Berbakti, Akan Diberi Pelatihan dan Modal Usaha

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari (Mbak Tika), yang menjenguk keduanya di rumah sakit menyebut Putri dan Intan sebagai sosok anak berbakti yang memegang pesan ibunya hingga akhir.

“Saya sangat prihatin, tapi juga terharu. Mereka menuruti pesan ibu dengan ketulusan. Namun tentu kita semua harus belajar, bahwa meminta bantuan bukanlah bentuk merepotkan,” kata Mbak Tika.

Pihak Pemkab Kendal telah menugaskan Dinas Sosial untuk menampung sementara keduanya di Panti Pelatihan Margi Utomo, agar mendapatkan pelatihan keterampilan dan bantuan modal kerja.

“Setelah pulih, mereka akan diberi pelatihan dan alat kerja supaya bisa mandiri,” tambahnya.

Biaya perawatan Putri dan Intan kini sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan setelah keanggotaannya diaktifkan kembali oleh pemerintah daerah.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa hidup bermasyarakat menuntut saling peduli dan terbuka. Menyampaikan kesulitan kepada tetangga bukan bentuk merepotkan, melainkan bagian dari nilai gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa.

Dikutiplaman : Kompas.com

Berita Terkait

TNI-Polri Solid! Bupati Semarang Pastikan Lebaran Aman dan Wisata Tetap Kondusif
Tragedi Petasan Renggut Nyawa Bocah 12 Tahun di Demak, Kapolres Turun Tangan: Razia Diperketat Jelang Takbiran
Ngeri di Puncak Arus Mudik! Mobil Terbakar di Tol KM 459B, Aksi Cepat Polisi Cegah Kekacauan
Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan
Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol
Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur
Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:40

TNI-Polri Solid! Bupati Semarang Pastikan Lebaran Aman dan Wisata Tetap Kondusif

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:32

Tragedi Petasan Renggut Nyawa Bocah 12 Tahun di Demak, Kapolres Turun Tangan: Razia Diperketat Jelang Takbiran

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:35

Ngeri di Puncak Arus Mudik! Mobil Terbakar di Tol KM 459B, Aksi Cepat Polisi Cegah Kekacauan

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:38

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:48

Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04

Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!