Laporan | Witriyani
KAB SEMARANG | JEJAJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Dalam rangka mengantisipasi potensi situasi kontijensi, Polres Semarang menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) pada Selasa (14/4/2026) di Mapolres Semarang. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 429 personel sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada pengamanan obyek vital.
Simulasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si. Dalam skenario yang diperagakan, personel dilatih menangani aksi penyampaian pendapat di muka umum yang berpotensi berkembang menjadi anarkis dan mengganggu stabilitas keamanan di sekitar obyek vital.
Dalam arahannya saat apel kesiapan, Kapolres menekankan pentingnya pendekatan humanis dan persuasif dalam setiap tahapan pengamanan. Ia menginstruksikan seluruh personel untuk mengedepankan langkah preventif melalui negosiasi sebelum mengambil tindakan lanjutan.
“Kita utamakan langkah preventif dan humanis melalui negosiasi. Namun apabila situasi tidak terkendali, personel harus mampu bertindak tegas, profesional, dan terukur sesuai standar operasional prosedur,” tegasnya.
Rangkaian simulasi diawali dengan penerjunan pleton negosiator yang melakukan pendekatan dialogis kepada massa guna meredam potensi konflik. Namun dalam skenario, situasi berkembang dengan meningkatnya tensi massa hingga menunjukkan tindakan anarkis.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel Dalmas awal hingga Dalmas lanjut diterjunkan untuk melakukan tindakan pengendalian massa secara tegas dan terukur. Selain itu, kendaraan water canon turut dikerahkan pada tahap lanjutan, disertai regu Raimas bermotor yang melakukan penghalauan dan pembubaran massa guna mengamankan obyek vital serta lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Polres Semarang menunjukkan kesiapan operasional serta profesionalisme dalam menghadapi berbagai potensi eskalasi gangguan kamtibmas.
“Simulasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjamin keamanan masyarakat, sekaligus memastikan setiap kegiatan penyampaian pendapat tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku,” pungkas Kapolres saat konsolidasi pasukan usai kegiatan.(..)








