DEMAK |JKI – Menyikapi beredarnya pemberitaan di media sosial terkait dugaan adanya tinja manusia di Dukuh Dongko, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Tim SAD menyampaikan klarifikasi dan bantahan resmi guna meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Sehubungan dengan pemberitaan tersebut, Tim SAD menegaskan tidak mengetahui, tidak terlibat, serta tidak pernah melakukan pembuangan tinja manusia sebagaimana yang diberitakan.
Adapun klarifikasi dan sanggahan yang disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Poin Sanggahan Utama
Kami menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebutkan Tim SAD ikut melakukan pembuangan tinja manusia di Dukuh Dongko adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
2. Penjelasan Fakta di Lapangan
Berdasarkan data internal serta kondisi riil yang ada, fakta sebenarnya adalah:
Fakta A: Tim SAD tidak memiliki aktivitas maupun kegiatan yang berkaitan dengan pembuangan limbah tinja manusia di wilayah Dukuh Dongko.

Fakta B: Seluruh kegiatan operasional Tim SAD selalu mengacu pada prosedur dan ketentuan yang berlaku serta memperhatikan aspek kebersihan dan lingkungan.
Fakta C: Hingga saat ini, tidak terdapat bukti yang menunjukkan keterlibatan Tim SAD dalam kejadian sebagaimana yang diberitakan.
Kami senantiasa menjunjung tinggi nilai transparansi dan integritas dalam setiap kegiatan operasional. Oleh karena itu, kami sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak terverifikasi dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Himbauan kepada Media dan Masyarakat
Kami mengimbau kepada seluruh rekan media dan masyarakat agar melakukan verifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak kami sebelum menyebarluaskan informasi yang belum teruji kebenarannya.
Apabila disinformasi ini terus berlanjut dan merugikan nama baik serta reputasi kami, maka kami berhak menempuh langkah hukum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang berlaku.
Demikian klarifikasi ini kami sampaikan agar menjadi perhatian dan rujukan bersama.
Laporan |Mulyono






