Laporan | M.Supadi
KAB. SEMARANG | jejakkasusindonesianews.com – Pembangunan Gudang dan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga menunjukkan laju signifikan. Proyek strategis penguatan ekonomi kerakyatan ini mulai memperlihatkan hasil nyata, dengan puluhan titik pembangunan dilaporkan telah menembus progres di atas 60 persen.
Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, menegaskan bahwa percepatan pembangunan terus dikawal ketat agar seluruh target dapat diselesaikan sesuai jadwal. Dari total 258 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran, sebanyak 200 titik kini telah memasuki tahap konstruksi aktif, sementara sisanya masih dalam proses persiapan teknis.
“Dari total target tersebut, 193 titik berada di Kabupaten Semarang dan 7 titik di Kota Salatiga. Sementara 58 titik lainnya sedang dalam tahap persiapan, baik administrasi maupun teknis lapangan,” ungkap Letkol Guvta saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1/2026).
Meski secara rata-rata progres pembangunan fisik masih berada di angka 26,37 persen, namun data lapangan menunjukkan 20 titik proyek telah melesat melampaui 60 persen. Titik-titik dengan progres tercepat tersebar di sejumlah desa strategis seperti Kawengan, Batur, Bergas Kidul, Wonorejo, Gentan, Candirejo, Kalisidi, Keji, Plumutan, hingga Klepu.
Bahkan, salah satu proyek di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, mencatatkan progres paling menonjol.
“Untuk KDMP Desa Giling, progresnya sudah lebih dari 80 persen dan terus kami maksimalkan,” tegasnya.
Motor Ekonomi Desa Mulai Bergerak
Pembangunan Gudang dan Gerai KDKMP ini bukan sekadar proyek fisik. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi urat nadi distribusi dan pemasaran produk unggulan desa, sekaligus memperpendek rantai pasok dari desa ke kota.
Kodim 0714/Salatiga bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan monitoring intensif, memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi serta target waktu yang telah ditetapkan, demi mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Klepu, Djoko Purnomo. Ia menyebutkan bahwa pembangunan fasilitas koperasi di desanya telah mencapai 60 persen, dengan dampak sosial yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang paling terasa saat ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Warga kami dilibatkan langsung dalam pembangunan, sehingga ekonomi desa sudah bergerak bahkan sebelum gedung ini selesai,” ujar Djoko.
Ia menegaskan, keterlibatan warga menjadi komitmen desa agar proyek KDMP tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi juga menjadi stimulan ekonomi sejak fase konstruksi.
Minim Dampak Negatif, Pengawasan Diperketat
Terkait potensi dampak negatif, Djoko memastikan hingga saat ini pembangunan berjalan kondusif tanpa menimbulkan gangguan berarti.
“Belum ada dampak negatif. Kami bersama pelaksana proyek terus melakukan pengawasan agar pembangunan ini tidak merugikan lingkungan maupun aktivitas warga,” tegasnya.
Ke depan, Gudang dan Gerai KDKMP di wilayah Pringapus dan sekitarnya diharapkan menjadi pusat distribusi, penyimpanan, dan pemasaran produk desa, sekaligus memperkuat struktur ekonomi perdesaan secara berkelanjutan.
Dengan progres yang terus digenjot dan pengawalan lintas sektor, proyek Koperasi Desa Merah Putih ini digadang-gadang menjadi tonggak kebangkitan ekonomi desa di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. (*)






