Delapan Bulan Aduan Mandek” Warga Kendal Geruduk Polres Tuntut Kepastian Hukum!!!

redaksi

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendal | Jejakkasusindonesianews.com– Puluhan warga Desa Gondang, Kecamatan Cepiring, Kendal, mendatangi Polres Kendal untuk mempertanyakan perkembangan aduan terkait dugaan penipuan jual beli kapling siap bangun yang sudah berjalan lebih dari delapan bulan tanpa kejelasan. Warga mengklaim telah dirugikan secara materiil karena tanah yang dijanjikan tidak pernah terealisasi dan uang DP tidak kembali.

Kedatangan warga pada Kamis (20/11/2025) tersebut didampingi kuasa hukum mereka, Akhmad Dalhar SH MH dari ADH & Partner serta Steve Aldo SH. Mereka diterima Kanit Subdit II Tipikor Polres Kendal, M. ADA, yang mempersilakan warga dan kuasa hukum masuk ke ruangannya untuk memberikan penjelasan terkait proses penyelidikan.

Dalam pertemuan itu, Akhmad Dalhar mempertanyakan janji Polres yang sebelumnya menyebut akan memanggil pihak BPR Arto Moro untuk klarifikasi pada 12 November 2025. Namun M. ADA menyatakan pihak bank yang dipanggil tidak hadir dan proses pemanggilan saksi-saksi akan tetap dilanjutkan. “Kami juga sudah memanggil SGY untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung dibantah warga. Mereka menegaskan tidak pernah mendapat informasi bahwa sertifikat tanah sudah dipecah dan diminta melakukan pelunasan sebagaimana pengakuan SGY kepada penyidik. Warga menyebut sebelum membuat aduan ke Polres Kendal, mereka telah menanyakan langsung kepada SGY, namun dijawab bahwa tanah masih dalam proses pemecahan di BPN.

Karena tidak mendapatkan kepastian dari penyidik, warga bersama kuasa hukum kemudian menggelar jumpa pers di depan Kantor Polres Kendal. Akhmad Dalhar menegaskan akan membawa persoalan ini ke Polda Jateng apabila Polres tidak segera menaikkan status aduan menjadi penyidikan. “Jawaban penyidik berbelit-belit dan tidak memberikan kepastian hukum,” tegasnya.

Salah satu warga yang merasa ditipu mengungkapkan penderitaan yang dialami selama hampir lima tahun menunggu. Ia mengatakan uang DP yang diberikan warga sebagian berasal dari hasil menabung, bahkan ada yang meminjam demi bisa memiliki rumah. “Kalau uang itu kami gunakan untuk usaha atau menabung, mungkin sekarang sudah bisa punya rumah. Tapi ini tanah tidak dapat, uang pun belum kembali,” keluhnya.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI sebelumnya menyoroti lemahnya quick response time Polri dalam menangani laporan masyarakat, sehingga membuat publik kehilangan kepercayaan dan mencari jalur lain dalam menyampaikan pengaduan.

( Kaperwil Jateng : Yogie )

 

Berita Terkait

Polisi Diminta Panggil Pendeta H Gereja Bethany Salatiga atas Dugaan Penyebaran Hoaks
14 Kasus Diduga Mandek di Polres Rembang Lolos Gelar Perkara, Propam Polda Jateng Siap Terbitkan SP3D
Togel Menggila Saat Ramadan, Polres Kendal Bungkam ”  Ada Apa di Balik Diamnya Aparat?
Polsek Semarang Barat Disorot Soal Penanganan Kasus Paiman, Pelapor Keluhkan Proses Berlarut??
Tak Satupun Emas Berlian Terungkap, Kasus Pencurian Justru Dihentikan: Penanganan Polrestabes Semarang Dinilai Prematur, Keadilan Dikorbankan
Diduga Ditunggangi Oknum, Layanan PTSP PN Rembang Disorot Keras! Advokat Bagas Pamenang Bongkar Dugaan Intimidasi dan Diskriminasi
Oknum Polisi di Kalbar Diduga Rekayasa Kasus Narkoba, Anggota Polres Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Kapolri
Waspada Investasi Bodong, Kantor Hukum Fredy and Partners Imbau Masyarakat Tak Tergiur Janji Untung Besar

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 19:17

Polisi Diminta Panggil Pendeta H Gereja Bethany Salatiga atas Dugaan Penyebaran Hoaks

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:58

14 Kasus Diduga Mandek di Polres Rembang Lolos Gelar Perkara, Propam Polda Jateng Siap Terbitkan SP3D

Senin, 23 Februari 2026 - 09:08

Togel Menggila Saat Ramadan, Polres Kendal Bungkam ”  Ada Apa di Balik Diamnya Aparat?

Senin, 16 Februari 2026 - 15:26

Polsek Semarang Barat Disorot Soal Penanganan Kasus Paiman, Pelapor Keluhkan Proses Berlarut??

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:12

Tak Satupun Emas Berlian Terungkap, Kasus Pencurian Justru Dihentikan: Penanganan Polrestabes Semarang Dinilai Prematur, Keadilan Dikorbankan

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:53

Diduga Ditunggangi Oknum, Layanan PTSP PN Rembang Disorot Keras! Advokat Bagas Pamenang Bongkar Dugaan Intimidasi dan Diskriminasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:13

Oknum Polisi di Kalbar Diduga Rekayasa Kasus Narkoba, Anggota Polres Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Kapolri

Senin, 9 Februari 2026 - 18:58

Waspada Investasi Bodong, Kantor Hukum Fredy and Partners Imbau Masyarakat Tak Tergiur Janji Untung Besar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!