Ratusan Warga Kena Tipu…Gagal Tarik Dana WPONE” Meski Aplikasi Masih Bisa Dibuka

redaksi

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP – Ratusan warga di Kabupaten Cilacap, gagal untuk tarik dana mereka di aplikasi WPONE. Mereka kini mulai merasa resah setelah ada kabar aplikasi ini tutup total.

Satu persatu warga yang sempat ikut top up uang ke aplikasi WPONE, datang ke kantor Desa Cigintung Kecamatan Wanareja, Cilacap, Rabu (19/3/2025). Mereka mengisi formulir yang sudah tersedia di meja pelayanan. Masing-masing menuliskan nama, nomor telepon dan jumlah uang yang sudah mereka depositkan.

Euis Sukawati, salah satu warga Desa Cigintung mengatakan, dia belum sempat menikmati fee yang dijanjikan mentor. Dia sudah memasukan uang jutaan ke aplikasi tersebut. Dan saat jatuh tempo penarikan, aplikasi ini terkena scam yang membuat semua tidak bisa melakukan transaksi apapun.

Lalu harus nunggu 14 hari lagi. Tapi pas 14 hari, malah gagal tarik dana,” katanya

Entin juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku masih ada saldo senilai Rp25 juta di aplikasi tersebut. Namun sejak beberapa hari terakhir, aktifitas transaksi di aplikasi ini terhenti. Hingga dia gagal untuk tarik dana dari WPONE.

Dia mengaku sangat berharap bisa tarik dana kembali dari WPONE. Saldo yang masih ada memang modal utama yang masih tersimpan.

Harapannya dana bisa kita tarik lagi dari WPONE,” katanya.

Sekretaris Desa Cigintung, Edi Sudarso mengatakan, pemerintah desa hanya sebatas memfasilitasi warga yang masih menyimpan saldo di aplikasi WPONE.

“Kita hanya memfasilitasi warga untuk mendata siapa saja yang ikut dan berapa saldo mereka,” katanya.

Dia menegaskan, pemerintah desa tidak mungkin untuk mengembalikan dana warga tersebut. Ini karena transaksi warga dengan aplikasi WPONE murni aktifitas swasta.

“Yang harus dipahami itu. Desa tidak akan  bisa mengembalikan dana WPONE,” tegasnya. (Red)

Loading

Berita Terkait

POLRES KENDAL TURUN TANGAN”  SISWA DISERET KE REALITA BAHAYA BULLYING DAN KENAKALAN REMAJA
Digerebek Dini Hari! Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati” 7 Remaja Diamankan
Jelang May Day, Polisi Masuk Sekolah: Siswa Diminta Tak Terprovokasi Aksi
Semarak Hari Kartini! Polisi Turun Tangan Amankan Lomba Kreatif Anak TK di Karanggede
PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan
Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!
Bukan Sekadar Lomba, Kapolres Semarang Cetak Agen Perubahan Lewat Video AI Kamtibmas
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Leyangan, Pastikan Penanganan Darurat Tanpa Kompromi

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:28

POLRES KENDAL TURUN TANGAN”  SISWA DISERET KE REALITA BAHAYA BULLYING DAN KENAKALAN REMAJA

Minggu, 26 April 2026 - 11:57

Digerebek Dini Hari! Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati” 7 Remaja Diamankan

Kamis, 23 April 2026 - 11:28

Jelang May Day, Polisi Masuk Sekolah: Siswa Diminta Tak Terprovokasi Aksi

Selasa, 21 April 2026 - 18:13

Semarak Hari Kartini! Polisi Turun Tangan Amankan Lomba Kreatif Anak TK di Karanggede

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:23

PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:05

Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:16

Bukan Sekadar Lomba, Kapolres Semarang Cetak Agen Perubahan Lewat Video AI Kamtibmas

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:21

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Leyangan, Pastikan Penanganan Darurat Tanpa Kompromi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!