Pemkot Semarang Perkuat Pengawasan Silayur, Penanganan Cepat Dilakukan Pasca Insiden Truk Ekspedisi

redaksi

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Adi Winarko
SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan truk ekspedisi di kawasan Tanjakan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan,

Rabu (13/5) dini hari. Respons cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat, kelancaran arus lalu lintas, serta penanganan teknis di lokasi berjalan optimal.

Truk Hino Dutro bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun diketahui mengalami gagal menanjak sekitar pukul 04.30 WIB saat melintas dari arah Surabaya menuju Boja.

Kendaraan kemudian meluncur mundur hingga melewati median jalan dan berhenti di area sekitar SPBU Silayur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut sekaligus memastikan bahwa Pemerintah Kota Semarang langsung melakukan langkah penanganan di lapangan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Begitu menerima laporan, petugas gabungan langsung bergerak untuk melakukan pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, dan penanganan kendaraan agar situasi segera kembali normal,” ujarnya.

Agustina juga menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk melakukan evaluasi menyeluruh bersama aparat kepolisian dan pihak terkait guna memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di kawasan Silayur yang memiliki karakteristik tanjakan panjang dan kemiringan ekstrem.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, kendaraan diduga mengalami gagal menanjak akibat keterlambatan perpindahan transmisi oleh pengemudi.

Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub bersama kepolisian juga langsung melakukan pemeriksaan teknis dan uji KIR di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi kendaraan secara menyeluruh.

“Truk tersebut bermuatan sekitar 4 ton sehingga masih sesuai ketentuan untuk melintas. Namun penguasaan kendaraan dan kesiapan teknis tetap menjadi faktor penting ketika melewati jalur dengan karakteristik seperti Silayur,” jelas Danang.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan, Pemerintah Kota Semarang kini tengah mematangkan pembangunan pos pemantauan permanen di kawasan Silayur. Pos ini nantinya akan dilengkapi sistem Early Warning System (EWS) dan pengawasan 24 jam untuk memperkuat kontrol terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas.

Melalui pos tersebut, kendaraan angkutan akan menjalani pemeriksaan dokumen, status KIR, hingga pengecekan kondisi fisik kendaraan secara langsung sebelum melintasi jalur tanjakan. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit potensi risiko kecelakaan, khususnya pada jam-jam rawan.

Selain penguatan pengawasan, Pemkot Semarang juga terus mendorong edukasi kepada perusahaan angkutan dan pengemudi terkait pentingnya kesiapan kendaraan, teknik berkendara di jalur ekstrem, serta disiplin keselamatan.

“Kami ingin memastikan bahwa upaya penanganan tidak berhenti pada respons insiden saja, tetapi juga menyentuh aspek pencegahan secara berkelanjutan. Keselamatan di Silayur membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, operator angkutan, hingga pengemudi,” tutup Danang.(.)

Berita Terkait

Warga Bergerak Cepat, Rencana Tawuran Antar Geng Remaja di Pekalongan Berhasil Digagalkan
Tragedi Tambang Bandungan: Operator Ekskavator Meregang Nyawa, Pengelola Belum Beri Klarifikasi
Tragedi Tengah Malam! Kandang Ayam di Karanggede Ludes Terbakar, 16 Ribu Ekor Mati dan Kerugian Tembus Rp800 Juta
Vio Sari Soroti Viral Aksi Brutal Oknum TNI AL di Situbondo: Korban Sudah Meminta Ampun, Pelaku Harus Ditindak Tegas
TRAGIS! Petani di Blora Meregang Nyawa Usai Tersambar KA Ambarawa Ekspres, Suara Benturan Gegerkan Warga
Diduga Libatkan Pihak Ketiga, Oknum Satpol PP Demak Disebut Mainkan Setoran Kafe Berkedok Koordinasi
Hari Keempat Pencarian, Polisi dan Tim Gabungan Sisir Pantai Yeh Gangga Cari Bocah 12 Tahun yang Terseret Arus
Warga Tembalang Digegerkan Penemuan Mayat Pria 52 Tahun di Dalam Kamar Kos

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:50

Warga Bergerak Cepat, Rencana Tawuran Antar Geng Remaja di Pekalongan Berhasil Digagalkan

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:29

Tragedi Tambang Bandungan: Operator Ekskavator Meregang Nyawa, Pengelola Belum Beri Klarifikasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:49

Tragedi Tengah Malam! Kandang Ayam di Karanggede Ludes Terbakar, 16 Ribu Ekor Mati dan Kerugian Tembus Rp800 Juta

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:08

Vio Sari Soroti Viral Aksi Brutal Oknum TNI AL di Situbondo: Korban Sudah Meminta Ampun, Pelaku Harus Ditindak Tegas

Senin, 1 Juni 2026 - 19:25

TRAGIS! Petani di Blora Meregang Nyawa Usai Tersambar KA Ambarawa Ekspres, Suara Benturan Gegerkan Warga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:04

Diduga Libatkan Pihak Ketiga, Oknum Satpol PP Demak Disebut Mainkan Setoran Kafe Berkedok Koordinasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:33

Hari Keempat Pencarian, Polisi dan Tim Gabungan Sisir Pantai Yeh Gangga Cari Bocah 12 Tahun yang Terseret Arus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:13

Warga Tembalang Digegerkan Penemuan Mayat Pria 52 Tahun di Dalam Kamar Kos

Berita Terbaru

error: Content is protected !!