Reporter |Witriyani
Salatiga|Jejakkasusindonesianews.com – Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Elisa Isti seharusnya tengah fokus menuntaskan studinya di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Salatiga. Namun dalam dua tahun terakhir, mahasiswi berprestasi yang dikenal ceria dan gemar membantu teman-temannya itu harus menunda mimpinya menjadi Sarjana di bidang Keamanan Siber karena berjuang melawan kanker tulang.
Perjalanan panjang pengobatan telah dijalani Elisa dengan penuh ketabahan. Ia memulai kemoterapi pertama di RS Moewardi Solo sebagai langkah awal menekan perkembangan sel kanker. Selanjutnya, Elisa menjalani operasi pengangkatan sel kanker di RS dr. Soeharso Kartasura. Tak berhenti di situ, ia juga menjalani radioterapi di RS Ken Saras Bergas, Karangjati, guna mencegah penyebaran penyakit yang dideritanya.
Kini, perjuangan itu memasuki tahap krusial. Elisa harus menjalani kemoterapi lanjutan di RS Ken Saras dan membutuhkan obat Etoposide sebagai bagian penting dalam proses terapinya. Setiap tahap pengobatan bukan hanya menguras tenaga dan emosi, tetapi juga biaya yang tidak sedikit.
Untuk satu kali kemoterapi (obat dan rawat inap selama lima hari), dibutuhkan biaya sekitar Rp15.000.000. Proses tersebut harus dijalani sebanyak enam kali, sehingga total kebutuhan mencapai Rp90.000.000. Selain itu, Elisa juga memerlukan susu dan vitamin penunjang dengan biaya sekitar Rp2.000.000 per bulan.
Besarnya kebutuhan dana tersebut menjadi tantangan berat bagi keluarga Elisa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Atas dasar itulah, rekan-rekan kuliah dan keluarga memberanikan diri membuka donasi guna membantu kelangsungan pengobatan Elisa.
“Setiap bantuan sangat berarti untuk kesembuhan Elisa dan agar ia bisa kembali melanjutkan kuliah serta meraih cita-citanya,” ujar Bima Aditya, rekan kuliah Elisa yang turut mengoordinasikan penggalangan dana.
Bagi masyarakat yang tergerak membantu, donasi dapat disalurkan melalui rekening:
BNI
1918108597
a.n Ayuk Widayanti
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bima Aditya di nomor 0858-7648-1642.
Harapan besar disematkan agar Elisa diberi kekuatan dan kesembuhan, sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya, serta melanjutkan cita-cita mulianya. Dukungan doa dan kepedulian dari masyarakat menjadi energi tambahan dalam perjuangan panjangnya melawan kanker tulang.






