Keadilan Terusik di Patimuan” Warga Pertanyakan Program Tanah yang Janggal

redaksi

Rabu, 26 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patimuan,Cilacap – Warga Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, merasa keadilan mereka terusik akibat dugaan penyimpangan dalam program tukar guling tanah bengkok Desa Bangun Reja dan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Mereka mempertanyakan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, mulai dari dugaan pungutan liar (pungli), penutupan informasi, hingga praktik tebang pilih yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa dan Kelompok Masyarakat (Pokmas).

“Kami merasa dibohongi,” ungkap Sawon, perwakilan warga, yang merasa heran mengapa warga yang telah melunasi pembayaran tanah bengkok sejak lama belum menerima hak mereka, sementara warga lain yang baru melunasi justru sudah mendapatkan sertifikat tanah melalui program PTSL.

Dugaan pungli semakin memperkeruh suasana. Warga menuding oknum Kepala Desa dan Pokmas mematok biaya pengurusan sertifikat yang bervariasi, antara Rp450.000 hingga Rp600.000, dan bahkan meminta “uang pelicin” untuk mempercepat prosesnya. “Ini jelas pungli,” tegas Sawon.

Selain itu, warga juga mencurigai adanya praktik tebang pilih dalam proses penerbitan sertifikat PTSL.

“Warga yang dekat dengan Pokmas atau Kepala Desa sepertinya lebih diutamakan. Ini tidak adil,” ungkap seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polresta Cilacap, pihak Kecamatan Patimuan melalui Camat, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cilacap telah mengetahui permasalahan ini. BPN bahkan menyatakan bahwa program PTSL seharusnya gratis dan dibiayai oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang semakin membingungkan warga.

Warga menuntut APH untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan. Mereka juga meminta pihak kecamatan dan kepolisian untuk memberikan penjelasan yang jelas dan kepastian jawaban. “Kami tidak ingin menjadi korban dari perilaku pejabat pemerintah desa yang hanya mencari keuntungan pribadi,” tegas Sawon.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program-program pemerintah di tingkat desa. Keterlibatan pihak berwenang diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini dan menegakkan keadilan bagi warga Desa Patimuan.

Sampai Berita ini di turunkan belum ada tanggapan dan klarifikasi dari pihak Pemdes patimuan.

(Tim/Red)

Loading

Berita Terkait

POLRES KENDAL TURUN TANGAN”  SISWA DISERET KE REALITA BAHAYA BULLYING DAN KENAKALAN REMAJA
Digerebek Dini Hari! Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati” 7 Remaja Diamankan
Jelang May Day, Polisi Masuk Sekolah: Siswa Diminta Tak Terprovokasi Aksi
Semarak Hari Kartini! Polisi Turun Tangan Amankan Lomba Kreatif Anak TK di Karanggede
PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan
Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!
Bukan Sekadar Lomba, Kapolres Semarang Cetak Agen Perubahan Lewat Video AI Kamtibmas
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Leyangan, Pastikan Penanganan Darurat Tanpa Kompromi

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:28

POLRES KENDAL TURUN TANGAN”  SISWA DISERET KE REALITA BAHAYA BULLYING DAN KENAKALAN REMAJA

Minggu, 26 April 2026 - 11:57

Digerebek Dini Hari! Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati” 7 Remaja Diamankan

Kamis, 23 April 2026 - 11:28

Jelang May Day, Polisi Masuk Sekolah: Siswa Diminta Tak Terprovokasi Aksi

Selasa, 21 April 2026 - 18:13

Semarak Hari Kartini! Polisi Turun Tangan Amankan Lomba Kreatif Anak TK di Karanggede

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:23

PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:05

Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:16

Bukan Sekadar Lomba, Kapolres Semarang Cetak Agen Perubahan Lewat Video AI Kamtibmas

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:21

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Leyangan, Pastikan Penanganan Darurat Tanpa Kompromi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!