Laporan :Witriyani
UNGARAN | jejakkasusindonesianews.com – Balutan seni, budaya, dan semangat bisnis kembali berpadu dalam Gedongsongo Travelmart 2025 yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Rabu (27/8/2025) malam, di Abimantrana Ballroom The Wujil Resort.
Memasuki tahun keenam, ajang ini kian memantapkan diri sebagai panggung pertemuan pelaku industri wisata untuk bernegosiasi, membangun jejaring, hingga meraih kontrak kerja sama baru.
Ketua Panitia, Taufik Istianto, menegaskan optimismenya meski hantaman efisiensi anggaran pemerintah memangkas transaksi wisata hingga 97 persen.
“Kita targetkan transaksi tembus Rp1 miliar tahun ini. Segmen umum dan sekolah tetap jadi penopang utama,” tegasnya.
Ajang ini mempertemukan 80 buyers dengan 48 sellers produk wisata, mulai dari pengelola destinasi, hotel, homestay, hingga desa wisata. Peserta terjauh datang dari Bali, sementara pembeli paling jauh hadir dari Tangerang.
Kemeriahan pembukaan ditandai tabuhan gong oleh Plt Asisten Ekonomi Pembangunan, Hendy Lestari, mewakili Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan potensi wisata daerah sangat besar.
“Ada 93 daya tarik wisata, 85 desa wisata, dan ratusan usaha wisata lainnya yang siap dipromosikan untuk menarik wisatawan,” tegasnya.
Pesona Gedongsongo Travelmart juga diakui peserta lama. Iis Haryanto, perwakilan Ria Janeta Organizer Kota Wisata Batu Malang, mengaku selalu antusias mengikuti ajang ini sejak 2023.
“Ragam destinasi di Travelmart ini selalu menarik, kami berharap kerja sama saling menguntungkan,” ungkapnya.
Dengan sentuhan budaya lokal, kolaborasi usaha pariwisata, dan spirit ekonomi kreatif, Gedongsongo Travelmart 2025 kembali meneguhkan Kabupaten Semarang sebagai pusat geliat wisata Jawa Tengah.(..)