Dok|Ilustrasi
Lappran | M.Supadi
SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM — Suasana kawasan wisata bersejarah Lawang Sewu mendadak gempar setelah seorang wisatawan laki-laki asal Kalimantan diduga melompat dari lantai dua bangunan tersebut, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Peristiwa yang terjadi menjelang waktu magrib itu sontak mengundang kepanikan para pengunjung. Sejumlah saksi mengaku terkejut melihat korban terjatuh dari area lantai atas, sementara beberapa pengunjung lainnya tampak histeris menyaksikan kejadian tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban telah berada di kawasan wisata sejak sekitar pukul 11.00 WIB. Namun hingga sore hari, pria tersebut diduga melakukan aksi nekat yang menggegerkan lokasi wisata yang menjadi salah satu ikon Kota Semarang itu.
Seorang petugas di lokasi membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, kejadian berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB saat aktivitas wisatawan masih berlangsung.
“Benar ada kejadian itu sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu kondisi lokasi belum terlalu ramai karena masih menjelang magrib,” ungkap petugas yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Tak lama setelah kejadian, petugas pengelola bersama tim medis langsung melakukan penanganan darurat. Sebuah ambulans dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban menuju rumah sakit guna mendapatkan perawatan intensif.
Aparat keamanan dari unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga terlihat berada di lokasi untuk membantu pengamanan serta memastikan situasi tetap kondusif di tengah banyaknya pengunjung yang memadati area wisata.
Hingga berita ini ditulis, kondisi terbaru korban belum diketahui secara pasti. Sementara itu, pihak pengelola kawasan wisata maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap dan dugaan motif di balik peristiwa tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik terkait pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian serta tidak menyebarluaskan foto maupun video korban demi menghormati privasi yang bersangkutan dan keluarganya.(.)







