Perhutani Tegaskan Kayu di Pantai Larangan Bukan Hasil Tebangan, Kapolres Tegal Turun Langsung Redam Isu Ilegal Logging

redaksi

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter |Basuki |  Editor :  Kang Adi 

Tegal |Jejakkasusindonesianews.com –  Viralnya temuan kayu gelondongan di kawasan Pantai Larangan sempat memantik kecurigaan publik soal dugaan pembalakan liar. Menyikapi isu tersebut, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. turun langsung ke lokasi bersama jajaran serta pihak Perhutani KPH Pekalongan Barat, Selasa (27/1/2026) pukul 09.00 WIB.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan fakta di lapangan sekaligus menjawab keresahan masyarakat agar tidak berkembang menjadi opini liar yang menyesatkan.
Hasil pengecekan tegas: kayu-kayu yang ditemukan dipastikan bukan hasil penebangan, baik legal maupun ilegal.


Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan visual dan karakteristik fisik kayu, material tersebut merupakan vegetasi alam dari kawasan lereng Gunung Slamet, bukan hasil aktivitas manusia.

“Ini bukan kayu tebangan. Tidak ada ciri pemotongan rapi, kondisinya lapuk, dan Perhutani juga tidak memiliki kegiatan penebangan di lereng Slamet,” tegas Maria.

Ia menjelaskan, jenis kayu sengon dan geringging tersebut kuat dugaan berasal dari pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, kemudian terseret aliran air dari wilayah hulu hingga bermuara di Pantai Larangan.

Maria juga mengungkapkan bahwa daerah tangkapan air Kali Gung di lereng Gunung Slamet mencapai sekitar 1.800 hektare, sehingga sangat memungkinkan material kayu berasal dari berbagai titik dan terkumpul di muara saat terjadi banjir.

“Dokumentasi dari basecamp pendakian di pos tiga dan empat juga menunjukkan batang kayu serupa. Ini memperkuat bahwa asalnya dari lereng Slamet,” imbuhnya.

Polres Tegal dan Perhutani menegaskan bahwa fenomena tersebut murni kejadian alam, bukan praktik ilegal logging. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi isu, serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

Berita Terkait

Nahas di Atas Pohon! Warga Ngawi Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Cari Pakan Ternak di Sragen
TNI-Polri Solid! Bupati Semarang Pastikan Lebaran Aman dan Wisata Tetap Kondusif
Tragedi Petasan Renggut Nyawa Bocah 12 Tahun di Demak, Kapolres Turun Tangan: Razia Diperketat Jelang Takbiran
Ngeri di Puncak Arus Mudik! Mobil Terbakar di Tol KM 459B, Aksi Cepat Polisi Cegah Kekacauan
Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan
Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol
Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:58

Nahas di Atas Pohon! Warga Ngawi Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Cari Pakan Ternak di Sragen

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:40

TNI-Polri Solid! Bupati Semarang Pastikan Lebaran Aman dan Wisata Tetap Kondusif

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:32

Tragedi Petasan Renggut Nyawa Bocah 12 Tahun di Demak, Kapolres Turun Tangan: Razia Diperketat Jelang Takbiran

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:35

Ngeri di Puncak Arus Mudik! Mobil Terbakar di Tol KM 459B, Aksi Cepat Polisi Cegah Kekacauan

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:38

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:48

Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Berita Terbaru

error: Content is protected !!