Laporan |Witriyani
Salatiga |Jejakkasusindonesianews.com – Dalam upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga secara rutin mengikuti berbagai program pembinaan kerohanian.
Program ini diikuti oleh WBP dari berbagai latar belakang agama, baik Islam, Kristen, maupun Katolik. Seluruh kegiatan ibadah dilaksanakan dengan khidmat dan khusyuk sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, serta dibimbing dan didampingi oleh pegawai Rutan Salatiga.
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah tersebut merupakan bagian dari program pembinaan khusus yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada seluruh warga binaan.
“Melalui program kerohanian ini, kami menanamkan nilai-nilai agamis kepada warga binaan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan keimanan mereka,” ujar Anton Adi, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, pada hari Sabtu pihaknya memberikan waktu khusus bagi WBP yang beragama Islam maupun Kristen dan Katolik untuk melaksanakan ibadah dan doa sesuai keyakinan masing-masing.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata kami dalam memberikan bekal rohani agar warga binaan dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus sebagai sarana memohon ampunan atas kesalahan di masa lalu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa pembinaan rohani menjadi salah satu program unggulan Rutan Salatiga. Selain membentuk karakter religius, program ini juga diharapkan mampu menekan angka pengulangan tindak pidana.
“Dengan keimanan dan nilai-nilai agama yang mereka peroleh, kami berharap dapat meminimalisir terjadinya residivisme setelah mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Salatiga tidak hanya mengandalkan pembinaan internal, tetapi juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak eksternal, seperti Kementerian Agama Kota Salatiga, pondok pesantren, yayasan keagamaan, gereja-gereja, serta instansi terkait lainnya.
Program pembinaan kerohanian ini menjadi salah satu wujud komitmen Rutan Salatiga dalam menciptakan warga binaan yang lebih baik, beriman, dan siap kembali ke tengah masyarakat.






