Sukoharjo-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo menggelar rapat evaluasi Pemilu 2024 bersama pegiat media sosial dan awak media di Hotel Tosan, Grogol, Senin (3/2/2025). Dalam pertemuan ini, Bawaslu menyoroti maraknya penyebaran hoaks, kampanye negatif, serta praktik politik uang yang masih menjadi tantangan besar.
Ketua Bawaslu Sukoharjo, Rochmad Basuki, mengungkapkan bahwa meskipun Pemilu berlangsung kondusif tanpa sengketa besar, partisipasi pemilih mengalami penurunan dari 78,8 persen pada Pilkada 2020 menjadi 74,3 persen di Pemilu 2024. Selain itu, ditemukan dugaan pelanggaran netralitas perangkat desa dan kendala teknis di TPS.
Teguh Irawan dari Lentera Semarang menambahkan bahwa politik uang semakin masif, di mana calon legislatif maupun eksekutif lebih banyak dinilai berdasarkan kekuatan modal ketimbang visi dan misi.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Sukoharjo akan memperkuat literasi digital untuk menangkal hoaks, serta mendorong peningkatan partisipasi pemilih, khususnya di kalangan perantau dan pemilih muda. Hasil evaluasi ini akan disampaikan ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah sebagai bahan perbaikan Pemilu mendatang.
![]()






