PENDANGKALAN Sungai Kali Babon PENGGARON KIDUL MEMPRIHATINKAN, WARGA DESAK NORMALISASI

redaksi

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang|Jejakkasusindonesianews.com – Kondisi Sungai Kali Babon yang melintasi wilayah Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, kian memprihatinkan. Pendangkalan akibat sedimentasi, tumbuhan liar, serta tumpukan sampah membuat aliran sungai menyempit dan dangkal. Situasi ini memicu kekhawatiran warga, terutama saat musim hujan tiba.

Warga menyebut, persoalan tersebut bukan baru terjadi. Sejak beberapa tahun terakhir, luapan air sungai kerap merendam permukiman. Tahun 2021 dan 2023 menjadi catatan terparah, dan kembali terulang pada awal 2026.
“Kami sudah lama meminta pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai, tapi belum ada tindakan nyata,” ujar Nuryati, warga setempat, Rabu (18/2/2026).

Pendangkalan sungai tak hanya meningkatkan risiko banjir, tetapi juga berdampak pada kerusakan lingkungan dan terganggunya aktivitas masyarakat. Sejumlah rumah warga dilaporkan kembali kemasukan air akibat meluapnya sungai.
Agus Romadhon, Ketua DPRT PSI Penggaron Kidul, menegaskan bahwa Sungai Kali Babon merupakan salah satu sungai penting di Kota Semarang yang berfungsi sebagai saluran drainase dan irigasi. Namun, kondisi terkini dinilai sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

“Pendangkalan dan banyaknya pohon liar membuat aliran air terhambat hingga meluap ke rumah warga. Kami tidak ingin kejadian ini terus berulang setiap musim hujan,” tegas Agus.
Masyarakat Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, berharap pemerintah segera merealisasikan normalisasi sungai sebagai langkah konkret pencegahan banjir dan pemulihan lingkungan.

Warga pun mendesak agar aspirasi mereka tidak lagi diabaikan. Normalisasi sungai dinilai menjadi solusi mendesak demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

(Agus Romadhon)

Berita Terkait

Kapuas Hulu Mencekik! Pertalite Tembus Rp20–25 Ribu, Warga Putussibau Menjerit
Satgas Pangan Grebek Pasar Kendal! Cabai Tembus Rp82 Ribu, Minyakita “Dikawinkan” Terancam Ditindak
Krisis Air Bersih 6 Bulan di Kesongo Tuntang, Ratusan Warga Terdampak – Pemdes Bungkam, Tanggung Jawab Dilempar Sana-Sini
Gas Melon Cuma “Nginap” Semalam? Widodo Bantah Keras Tuduhan Penyalahgunaan di Kandang Ayam
Diduga Tak Berizin dan Cemari Sawah, Gudang Limbah Plastik di Boyolali Diserbu Sorotan Publik
Tak Satupun Emas Berlian Terungkap, Kasus Pencurian Justru Dihentikan: Penanganan Polrestabes Semarang Dinilai Prematur, Keadilan Dikorbankan
TPS Cabean Disikat! Kapolres Demak Turun Langsung, Sampah Jadi Alarm Serius Program Presiden
Bazar Murah dan Terapi Totok Punggung Diserbu Warga, Nisfu Sya’ban Muteran Semarang Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:25

Kapuas Hulu Mencekik! Pertalite Tembus Rp20–25 Ribu, Warga Putussibau Menjerit

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:06

Satgas Pangan Grebek Pasar Kendal! Cabai Tembus Rp82 Ribu, Minyakita “Dikawinkan” Terancam Ditindak

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:22

Krisis Air Bersih 6 Bulan di Kesongo Tuntang, Ratusan Warga Terdampak – Pemdes Bungkam, Tanggung Jawab Dilempar Sana-Sini

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:08

Gas Melon Cuma “Nginap” Semalam? Widodo Bantah Keras Tuduhan Penyalahgunaan di Kandang Ayam

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:11

Diduga Tak Berizin dan Cemari Sawah, Gudang Limbah Plastik di Boyolali Diserbu Sorotan Publik

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:12

Tak Satupun Emas Berlian Terungkap, Kasus Pencurian Justru Dihentikan: Penanganan Polrestabes Semarang Dinilai Prematur, Keadilan Dikorbankan

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:26

TPS Cabean Disikat! Kapolres Demak Turun Langsung, Sampah Jadi Alarm Serius Program Presiden

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:52

Bazar Murah dan Terapi Totok Punggung Diserbu Warga, Nisfu Sya’ban Muteran Semarang Berlangsung Meriah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!