Laporan : Kang Adi
Semarang |Jejakkasusindonesianews.com-Kecelakaan maut kembali menorehkan catatan kelam di perlintasan sebidang Mbugen, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Seorang pria berinisial YN, warga Sedayu, meregang nyawa setelah tertabrak kereta api, Sabtu (27/12/2025), dalam peristiwa yang menyisakan keheranan sekaligus duka mendalam bagi warga sekitar.
Ironisnya, korban bukan tanpa pertolongan. Detik-detik sebelum maut menjemput, warga setempat telah berulang kali menyelamatkan dan memperingatkan korban dari bahaya yang nyata di depan mata.
Menurut kesaksian warga, YN semula melintas menggunakan sepeda motor dan berhenti tepat di tengah rel, saat kereta api sudah akan melintas. Melihat situasi genting tersebut, warga spontan bertindak cepat.
“Motornya berhasil kami tarik ke pinggir rel. Saat itu korban masih di atas motor,” ungkap Suyanto, saksi mata di lokasi kejadian.
Namun situasi berubah menjadi tragis ketika korban justru turun dari motor dan kembali melangkah ke tengah rel, meskipun teriakan dan larangan warga terdengar keras dan berulang.
“Kami sudah berteriak, melarang, bahkan memperingatkan berkali-kali. Tapi korban tetap kembali ke rel,” lanjut Suyanto dengan nada prihatin.
Tak berselang lama, kereta api yang melaju tak mampu menghindar. Tubuh korban pun tertabrak, mengakhiri nyawanya di lokasi kejadian. Peristiwa itu segera dilaporkan kepada aparat dan pihak terkait.
Ketua RW 01 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Totok, membenarkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa kejadian ini bukan semata kecelakaan biasa, melainkan tragedi yang seharusnya bisa dihindari.
“Warga sudah berusaha maksimal menolong. Tapi korban kembali ke rel. Ini sangat disayangkan,” tegas Totok.
Ia juga menyoroti bahwa perlintasan Mbugen bukan kali pertama memakan korban, sehingga diperlukan kesadaran penuh masyarakat serta perhatian serius dari instansi terkait demi mencegah tragedi serupa terus berulang.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras dan catatan historis bahwa jalur rel bukan tempat bermain, berhenti, apalagi bertaruh nyawa. Sekali lengah, satu keputusan fatal bisa berujung kematian.
Keselamatan bukan pilihan, melainkan kewajiban. Jangan pernah berada di jalur kereta api dalam kondisi apa pun.






