Lumajang|Jejakkasusindonesianews.com- Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi. Sejak Rabu (19/11/2025) pukul 17.00 WIB, PVMBG resmi menaikkan status menjadi Level IV/AWAS. Pemerintah Kabupaten Lumajang langsung menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari.
Dalam enam jam pemantauan terakhir (00.00–06.00 WIB), Kamis (20/11/2025), Semeru memuntahkan aktivitas kegempaan yang signifikan:
32 kali gempa guguran
25 kali gempa letusan
Guguran lava pijar masih berpotensi memicu awan panas dan aliran lahar.
Petugas Pos Pengamatan Semeru, Yadi Yuliandi, menyebut amplitudo gempa guguran mencapai 16 mm dengan durasi lebih dari satu menit. Sementara satu gempa tektonik jauh terekam dengan amplitudo 30 mm.
PVMBG menegaskan larangan keras bagi warga:
Dilarang beraktivitas di sektor tenggara Besuk Kobokan hingga radius 20 km
Menjauhi bantaran sungai minimal 500 meter
Zona merah 8 km dari kawah harus steril total
“Sementara itu, BNPB dan BPBD Lumajang bergerak cepat mengevakuasi warga dari tiga desa terdampak:
Supiturang,Oro-Oro ,OmboPenanggal
Hingga malam, sekitar 300 jiwa telah mengungsi ke lokasi aman seperti Balai Desa Oro-Oro Ombo dan SDN 2 Supiturang.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga, termasuk penanganan logistik, pemantauan lanjutan, serta mitigasi potensi awan panas dan banjir lahar.
Jejakkasusindonesianews.com terus memantau perkembangan. Informasi baru akan diperbarui setiap saat.(Galih)







