Laporan |Yogie
DEMAK | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM Komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional kembali ditegaskan. Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Demak 2 di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (23/1/2026).
Peresmian ini menjadi langkah konkret Polres Demak dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto—yang menyasar peningkatan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda Indonesia.
Acara tersebut dihadiri Ketua Bhayangkari
Cabang Demak Ny. Serly Samelino, Pejabat Utama Polres Demak, Danramil 012/Mranggen, Camat Mranggen beserta jajaran, serta Kepala SPPG Polres Demak 2 bersama para karyawan.
Kapolres Demak menegaskan, MBG bukan sekadar program sosial, melainkan investasi strategis jangka panjang menuju Generasi Emas 2045.
“Ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ini tentang membangun masa depan bangsa. Anak-anak Indonesia harus tumbuh sehat, kuat, dan cerdas dengan asupan gizi yang terukur dan berkualitas,” tegas AKBP Arrizal.
Ia menyampaikan bahwa peresmian Dapur SPPG Polres Demak 2 sekaligus menandai tahap uji coba terakhir (trial final) sebelum distribusi makanan bergizi dilakukan secara penuh kepada para pelajar.
“Hari ini kita bicara eksekusi, bukan wacana. Kami pastikan komposisi gizi tepat, higienitas terjaga, dan distribusi berjalan tepat waktu. Ini adalah pengecekan akhir sebelum operasional penuh,” ujarnya lugas.
Lebih jauh, Kapolres menekankan bahwa SPPG bukan hanya dapur, melainkan garda depan pertahanan kesehatan siswa.
“SPPG adalah benteng nutrisi. Kami ingin memastikan tidak ada lagi generasi penerus yang gagal tumbuh hanya karena persoalan gizi,” tambahnya.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, SPPG Polres Demak dibangun dengan standar tinggi. Dapur ini menggunakan peralatan NAYATI berstandar hotel bintang lima, dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta sistem air bersih dengan filtrasi dan sinar ultraviolet (UV).
Tak hanya itu, setiap makanan yang akan didistribusikan wajib melalui pemeriksaan food security harian oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Demak.
“Kami tidak main-main. Keamanan pangan adalah harga mati,” tandas Kapolres.
Sementara itu, Kepala SPPG Polres Demak 2 menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam menjalankan operasional dapur secara optimal dan profesional.
“Kami siap bekerja maksimal. SPPG ini kami harapkan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat Desa Karangsono dan sekitarnya. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan demi penyempurnaan layanan,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya Dapur SPPG Polres Demak 2, Polres Demak menegaskan diri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga aktor penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.






