Elbeha Barometer Kawal Ketat Proyek Rp42,4 M UIN Salatiga, Sri Hartono Sindir Praktik “Uang Pelicin ke Negeri Gingseng!!

redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALATIGA | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM Proyek pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dengan nilai kontrak fantastis Rp42,4 miliar kembali jadi sorotan publik. Bukan tanpa alasan, proyek bernilai jumbo yang didanai negara ini rawan menjadi bancakan oknum. Karena itu, Lembaga Elbeha Barometer memastikan turun langsung mengawal ketat agar tak ada celah praktik korupsi maupun mark up.

Sri Hartono, perwakilan Elbeha Barometer, menegaskan pihaknya tidak ingin melihat pembangunan pendidikan berubah jadi ladang basah segelintir pihak.

“Kami akan kawal dari awal sampai akhir. Jangan sampai ada permainan busuk. Proyek ini harus benar-benar bermanfaat bagi dunia pendidikan, bukan jadi ATM oknum tertentu,” tegasnya, Jumat (3/9/2025).

Proyek yang dimulai sejak 8 Juli 2025 ini dikerjakan dengan skema gabungan lumpsum dan harga satuan. Masa kerja ditetapkan 176 hari kalender di lokasi Jl. Lingkar Salatiga Km.02, Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Adapun kontraktor pelaksana adalah PT Permata Anugrah Yalapersada KSO PT Sumbersari Nusantara Grup, dengan perencanaan oleh PT Andaru Koncer Jagat KSO PT Pola Data Konsultant, serta pengawasan dipercayakan kepada PT Sarana Budi Prakarsapitra KSO CV Polaris.

Sri Hartono menegaskan, pihaknya sudah mencatat sejumlah temuan awal.

“Ada beberapa catatan, baik konstruksi, pengadaan barang, hingga penggunaan BBM. Tapi sementara belum bisa kami buka, tunggu waktunya. Yang jelas, mata kami tidak pernah lepas dari proyek ini,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar jangan sampai ada pengulangan kasus memalukan seperti tahun lalu.

“Waktu itu ada temuan, tapi ujung-ujungnya ada petugas minta uang pelicin. Alasannya buat ongkos ke negeri gingseng. Kalau pola itu diulang lagi, jelas rakyat dan pendidikan yang jadi korban,” sindir Sri Hartono.

Ironisnya, ketika sejumlah awak media mencoba melakukan monitoring langsung ke lapangan, justru mendapat perlakuan tak menyenangkan. Satpam proyek melarang peliputan dengan alasan harus ada izin dari Pimpro atau Konsultan. Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar: proyek negara bernilai puluhan miliar, tapi akses keterbukaan informasinya justru dibentengi rapat.

Dengan kawalan ketat dari masyarakat sipil, publik berharap laboratorium terpadu UIN Salatiga benar-benar menjadi tonggak baru peningkatan mutu penelitian dan pembelajaran. Bukan malah tercoreng praktik kotor yang hanya melanggengkan tradisi lama: rakyat bayar, oknum pesta pora.(Sugino &Tiem)

 

Berita Terkait

Izin Tak Jelas Bertahun-tahun, Operasional Dusun Semilir Diadukan ke Presiden
Uang Mengalir, Izin Tak Jadi: Dugaan Suap Tambang di Bantarpanjang Diselidiki Polres Kuningan
Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Aktivitas Galian C di Sidomukti Kendal Disorot Warga dan Aparat Diminta Bertindak
Pemkot Semarang Turun Tangan! Proyek Rumah Makan Diduga Serobot Pondasi Warga, Ancaman Bangunan Mengintai
Distribusi Solar Subsidi Dipertanyakan, SPBU 44.582.09 Blora Dalam Sorotan
Viral ,Lakukan Aksi Tak Terpuji di Ruang Publik, Polres Sragen Amankan Pria Diduga ODGJ
Diduga Timbun Solar Ilegal, Aktivitas PT RizQi Artha Sejahtera di Terboyo Wetan Jadi Sorotan
Bekas Galian C Dibiarkan Menganga, Jalan Bayumeneng di Ambang Amblas—Warga Bongkar Dugaan Main Mata Oknum Kecamatan

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:34

Izin Tak Jelas Bertahun-tahun, Operasional Dusun Semilir Diadukan ke Presiden

Senin, 2 Februari 2026 - 21:57

Uang Mengalir, Izin Tak Jadi: Dugaan Suap Tambang di Bantarpanjang Diselidiki Polres Kuningan

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:21

Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Aktivitas Galian C di Sidomukti Kendal Disorot Warga dan Aparat Diminta Bertindak

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59

Pemkot Semarang Turun Tangan! Proyek Rumah Makan Diduga Serobot Pondasi Warga, Ancaman Bangunan Mengintai

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:40

Distribusi Solar Subsidi Dipertanyakan, SPBU 44.582.09 Blora Dalam Sorotan

Senin, 26 Januari 2026 - 13:53

Viral ,Lakukan Aksi Tak Terpuji di Ruang Publik, Polres Sragen Amankan Pria Diduga ODGJ

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:27

Diduga Timbun Solar Ilegal, Aktivitas PT RizQi Artha Sejahtera di Terboyo Wetan Jadi Sorotan

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:46

Bekas Galian C Dibiarkan Menganga, Jalan Bayumeneng di Ambang Amblas—Warga Bongkar Dugaan Main Mata Oknum Kecamatan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!