Laporan |Rahmawati | Editor : Redaksi
CIREBON |JKI- Kereta Api (KA) Menoreh mengalami kecelakaan serius setelah menabrak sebuah truk tangki air di perlintasan sebidang tanpa palang pintu, Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (21/1/2026) dini hari.
Insiden tersebut terekam jelas kamera CCTV milik Balai Desa Dompyong Kulon dan videonya kini viral di media sosial. Dalam rekaman, KA Menoreh terlihat melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menghantam bagian tengah truk yang melintas di jalur rel.
Benturan keras menyebabkan air dari tangki truk menyembur hebat, sementara aliran listrik pada rangkaian kereta dilaporkan sempat padam. Akibat tabrakan itu, lokomotif mengalami anjlok dan kerusakan pada bantalan rel.
Sejumlah video lain yang beredar juga memperlihatkan proses evakuasi dramatis terhadap masinis dan asisten masinis yang terjepit di ruang kendali lokomotif. Keduanya berhasil dievakuasi oleh warga bersama petugas gabungan dan segera dilarikan ke RSUD Waled untuk mendapatkan perawatan medis.
Penjelasan Resmi PT KAI
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan puluhan petugas ke lokasi untuk menangani dampak kecelakaan.
“Petugas fokus mengevakuasi lokomotif yang anjlok serta memperbaiki bantalan rel yang rusak agar jalur dapat segera difungsikan kembali,” ujar Sigit saat ditemui di lokasi, Rabu siang.
Akibat kejadian tersebut, lebih dari enam perjalanan kereta api mengalami keterlambatan lebih dari satu jam. Sejumlah KA dari arah Jawa menuju Jakarta sempat dialihkan dan berjalan bergantian selama proses evakuasi yang memakan waktu sekitar tiga jam.
Penyelidikan Kepolisian
Pascakejadian, aparat kepolisian bersama PT KAI Daop 3 Cirebon dan Polsuska melakukan pengamanan lokasi serta penyelidikan awal. Jalur kereta yang sempat terganggu kini telah kembali normal dan dapat dilalui.
Pihak kepolisian memastikan akan melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap sopir truk tangki air setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Kami utamakan keselamatan korban terlebih dahulu. Selanjutnya akan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” tegas pihak kepolisian.(..)






