Ilustrasi
Laporan | M.Supadi
DEMAK | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Kepala Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Rohmat, memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap perangkat desa yang diduga melanggar etika setelah muncul laporan adanya aktivitas mabuk dan karaoke di lingkungan kantor desa.
Penegasan tersebut disampaikan Rohmat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (15/6/2026). Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026) saat dirinya tidak berada di kantor karena sedang sakit.
“Saya mendapat laporan bahwa kantor desa digunakan untuk karaoke dan ada perangkat desa yang diduga mabuk bersama perangkat desa lainnya. Saat kejadian saya memang tidak masuk kantor karena kondisi kesehatan,” ujar Rohmat.
Menyikapi laporan tersebut, Pemerintah Desa Turitempel akan menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdes Sus) pada Senin (15/6/2026) di Balai Desa Turitempel. Forum tersebut akan melibatkan berbagai unsur untuk membahas dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oknum perangkat desa.
Rohmat menjelaskan, pihaknya akan mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), para Ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
“Kami ingin pembahasan dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh unsur masyarakat agar keputusan yang diambil objektif dan sesuai aturan,” katanya.
Dalam Musdes Khusus tersebut, salah satu opsi yang akan diusulkan adalah pemberian sanksi skorsing terhadap perangkat desa yang terbukti melakukan pelanggaran etika.
“Kalau hanya teguran biasa, dikhawatirkan tidak memberikan efek jera. Karena itu akan kami usulkan pemberian skorsing selama satu tahun kepada perangkat desa yang terbukti melanggar etika,” tegas Rohmat.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena dugaan pelanggaran terjadi di lingkungan kantor desa yang seharusnya menjadi tempat pelayanan publik dan contoh kedisiplinan aparatur pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, Musyawarah Desa Khusus masih dijadwalkan berlangsung untuk menentukan langkah dan rekomendasi resmi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM akan terus memantau perkembangan hasil musyawarah tersebut sebagai bagian dari kontrol sosial dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.







