Laporan | M.Supadi
SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Upaya seorang remaja berusia 16 tahun untuk membeli senjata tajam jenis celurit melalui media sosial berhasil digagalkan jajaran Polres Semarang. Polisi langsung bergerak cepat usai menerima laporan masyarakat terkait transaksi mencurigakan yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Reskrim AKP Bodia Teja Lelana, S.Trk., S.I.K., M.H., membenarkan pengungkapan tersebut pada Kamis (28/5/2026).
“Berhasil kami amankan satu buah senjata tajam jenis Corbek dengan panjang kurang lebih 150 sentimeter,” tegas AKBP Ratna.
Peristiwa ini terungkap setelah Satreskrim Polres Semarang menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya transaksi pembelian senjata tajam secara online melalui media sosial Instagram.
Diketahui, pelaku berinisial AY (16), seorang pelajar kelas IX asal Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Remaja tersebut memesan celurit melalui salah satu akun Instagram pada 16 Mei 2026 dan barang direncanakan tiba pada 26 Mei 2026.
“Pelaku anak ini memesan melalui akun di Instagram. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pelaku berikut barang bukti berhasil diamankan,” ungkap Kapolres.
Saat ini, remaja tersebut telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit PPA Satreskrim Polres Semarang guna pendalaman motif serta dugaan keterlibatan pihak lain.
Polres Semarang menegaskan penanganan kasus anak tidak hanya mengedepankan proses hukum, tetapi juga pembinaan dan rehabilitasi psikososial dengan melibatkan Dinas Sosial, DPPAKB, psikolog, hingga instansi terkait lainnya.
AKBP Ratna juga memberikan peringatan keras kepada para orang tua agar tidak lengah mengawasi aktivitas anak di media sosial.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih intensif mengawasi lingkungan pergaulan anak, termasuk aktivitas dan grup media sosial yang mereka ikuti. Pastikan anak berada di rumah pada malam hari agar terhindar dari tawuran maupun aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungan,” tandasnya.
Kasus ini menjadi alarm serius bagi para orang tua di tengah maraknya peredaran senjata tajam dan konten negatif di media sosial yang menyasar kalangan remaja demi eksistensi dan aksi viral berbahaya.







