Laporan | M.Supadi
SEMARANG |JEJAKKASUSUSINDONESIANEWS.COM – Aksi kejahatan jalanan kembali menunjukkan wajah bengisnya. Kali ini, seorang remaja putri bernama Yovita menjadi korban penjambretan sadis yang disertai kekerasan brutal saat hendak berangkat ke gereja, Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Peristiwa mencekam itu terjadi tepat di depan rumah korban di Jalan Halmahera Raya No. 19. Niat suci untuk beribadah berubah menjadi tragedi berdarah ketika dua pelaku berboncengan sepeda motor tiba-tiba muncul dan langsung melancarkan aksinya.
Target pertama adalah tas milik Lala, teman korban yang datang menjemput. Tarikan keras dari pelaku membuat sepeda motor oleng hingga keduanya terjatuh. Situasi pun berubah kacau. Dalam kondisi panik, pelaku tak segan mengancam dengan senjata tajam demi merampas barang berharga seperti dompet dan ponsel.
Keributan itu mengundang perhatian Yovita yang keluar rumah dengan niat menolong temannya. Namun, keberanian itu justru dibalas dengan kekerasan keji. Salah satu pelaku secara brutal mengayunkan senjata tajam ke arah korban, mengenai bagian dahi hingga menyebabkan luka serius.
Darah mengucur deras. Jeritan korban memecah suasana pagi yang masih sepi. Sang ibu yang mendengar teriakan langsung bergegas keluar dan mendapati anaknya dalam kondisi mengenaskan.
Korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Telogorejo untuk penanganan lebih lanjut. Hasil medis mengungkap luka yang dialami tidak ringan—total 17 jahitan harus diberikan, terdiri dari 15 jahitan di dahi, 2 di pipi, serta luka pada jari tangan.
Hingga kini, Yovita masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, para pelaku masih bebas berkeliaran dan dalam pengejaran aparat kepolisian.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi keamanan lingkungan. Kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan di depan rumah sendiri dan saat hendak menjalankan ibadah. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, sementara aparat penegak hukum didesak bergerak cepat dan tegas menangkap pelaku sebelum kembali memakan korban.







