Laporan |Witriyani
SALATIGA|JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Upaya percepatan penanganan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga di Kota Salatiga mulai menyentuh sektor industri. Tim Penggerak PKK Kota Salatiga melakukan kunjungan kerja strategis ke PT Kievit Indonesia, Selasa (20/1/2026), sebagai langkah awal membangun kolaborasi konkret dan berkelanjutan.
Rombongan TP PKK disambut langsung Direktur PT Kievit Indonesia, Aryono Bambang Ardhyo, di kawasan perusahaan. Dalam pertemuan tersebut, manajemen PT Kievit memaparkan profil perusahaan manufaktur krimer yang telah beroperasi sejak 2003 dan menjadi bagian dari rantai industri pangan nasional.
Aryono menjelaskan, nama Kievit diambil dari burung khas Belanda yang dikenal lincah dan cepat, selaras dengan filosofi perusahaan “To Run Like Kievit”—bekerja dengan kecepatan, ketepatan, dan daya saing tinggi di tengah dinamika industri global.
Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal kemitraan strategis yang diarahkan pada dua fokus utama:
Dukungan sektor industri dalam program penanganan stunting, dan
Pemanfaatan limbah non-berbahaya perusahaan untuk diolah kader PKK menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

“Kolaborasi ini kami rancang agar berdampak langsung. Penanganan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor, sementara pemanfaatan limbah industri bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi keluarga,” tegas Retno.
Sebagai bukti keseriusan, TP PKK Kota Salatiga secara resmi menyerahkan proposal program kerja kepada manajemen PT Kievit Indonesia. Proposal tersebut memuat skema kolaborasi sosial, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ekonomi berbasis keluarga.
TP PKK Kota Salatiga berharap PT Kievit Indonesia tidak hanya menjadi mitra, tetapi role model industri yang peduli pembangunan sosial, sejalan dengan visi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Kota Salatiga.






